Cinta adalah Kedalaman Nurani

| dilihat 223

Bang Sem
 

WAJAH Rima bercahaya. Matanya berbinar. Sukacita mengaliri seluruh sukmanya. Ulang tahunnya kali ini, sedemikian berarti.

Bukan karena cincin berlian yang diberikan Fahdi, sang suami, kepadanya. Tapi, lebih karena sang suami, mengucapkan terima kasih atas segala pengabdiannya sebagai istri.

Perempuan lembut dan molek, itu merasa, Fahdi sebagai suami telah amat menghargainya. Ucapan terima kasih bagi Rima adalah penghargaan jiwani, yang mengekspresikan rasa hormat suami kepada istri. Artinya, Fahdi telah menempatkan dirinya, bukan hanya sebagai mitra setara. Melainkan, sebagai subjek.

Rima merasa, ungkapan terima kasih yang dibarengi dengan konsistensi Fahdi mewujudkan komitmen pernikahannya, merupakan bagian dari ekspresi penghormatan suami yang tak ternilai.

Bagi Fahdi, Rima adalah istri dan mitra hidup yang sangat bermakna baginya. Sepanjang pernikahannya, di mata Fahdi, Rima telah banyak berbuat. Tidak hanya karena Fahdi bersikap, bahwa dalam pernikahan suami istri pada dasarnya setara.

Keduanya hanya dibedakan oleh fungsi semata. Suami berfungsi memandu dan memimpin keluarga, sedang istri menata dan mengelola rumah tangga.

Dalam konteks itu, Rima telah memainkan peran sebagai penata dan pengelola rumah tangga. Ia telah menciptakan suasana rumah tangga yang damai. L

Lebih dari itu, Rima di mata Fahdi, juga telah menunjukkan kemampuannya memberi kekuatan mental dan keberanian hidup.

Tak jarang Fahdi memuji Rima. “Rima adalah sumber inspirasi yang memungkinkan karirku berkembang. Ia juga sumber inspirasi bagiku untuk mengembangkan berbagai gagasan kreatif,” ungkapnya suatu ketika, saat berbincang dengan salah seorang sahabatnya.

Kepada ibunya, bahkan Fahdi mengatakan,  keberadaan Rima sebagai istri, telah mendorong perkembangan karirnya, sehingga ia – kini – terbilang, sebagai salah seorang creative director yang andal di perusahaan periklanan tempatnya bekerja.

Selama ini, Rima hanya mendengar pujian sang suami dari mertuanya. Ia lebih merasa nyaman dengan perangai Fahdi. Bukan dari pujian melalui kata-kata dan ungkapan. Tapi, acapkali sang mertua menyampaikan pujian Fahdi kepadanya, Rima tak merasakan kedalamannya.

Kali ini berbeda. Telinga dan seluruh rongga sukmanya, menerima langsung pujian sang suami. Dan, Rima merasakan resonansinya. Memang, sejak awal mengenal Fahdi, ia selalu merasa dawai cintanya selalu bergetar, mendendangkan kidung kinasih nan bening. Getaran dawai cinta kian terasa menggelora, ketika mereka melangsungkan pertunangan. Lantas, berkembang menjadi partitur keindahan cinta saat melangsungkan pernikahan.

Selama lebih dari sedasawarsa menjalani pernikahan, Rima dan Fahdi kian mampu, tak hanya memainkan partitur kidung kinasih. Bahkan keduanya mampu mengekspresikannya ke dalam partitur cinta tempat harmoni hidup rumah tangganya tercipta.

Bagi Rima dan Fahdi, kini, cinta adalah kedalaman nurani dalam nada dan irama kehidupan yang tak pernah henti. | 

Editor : Web Administrator
 
Lingkungan
07 Jan 20, 09:55 WIB | Dilihat : 191
Naturalisasi Sungai Pilihan Tepat Respon Banjir
03 Jan 20, 12:11 WIB | Dilihat : 146
Buruk Akhlak Manusia Penyebab Air Murka
02 Jan 20, 14:54 WIB | Dilihat : 137
Siapa Mampu Lawan Rezim Angin
Selanjutnya
Polhukam
20 Jan 20, 09:10 WIB | Dilihat : 121
Negara Tidak Punya Hak Menyadap Percakapan
09 Jan 20, 12:07 WIB | Dilihat : 168
Amerika Tak Mudah Prediksi Serangan Balik Iran
06 Jan 20, 09:03 WIB | Dilihat : 356
Kontroversi Mundurnya Menteri Pendidikan Malaysia
Selanjutnya