Berpulangnya Telangkai Indonesia Malaysia - Saiful Hadi

| dilihat 2093

Catatan Duka Bang Sem

SABTU
, 14 Oktober 2017, selepas Ashar, bersama Sabaruddin dari ISWAMI (Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia Indonesia) Malaysia, saya berkunjung ke rumah Saiful Hadi Chalid di bilangan Cipete.

Rumahnya kosong. Seorang penjaga menghampiri kami, dan mengabarkan, Saiful dihantar isterinya, Rina, kembali ke Rumah Sakit Siloam di jalan Simatupang – Lebak Bulus.

Penjaga itu mengabarkan, sebelumnya, sempat pulang ke rumah, selepas cuci darah di rumah sakit yang sama.

Dalam perjalanan menuju ke hotel tempat Saiful dirawat, isterinya menelepon Sabar, mengabarkan dia sedang menunggui Saiful di ICU rumah sakit itu.

“Mohon do’a,”seru Rina, lalu menutup sambungan telepon.

Minggu (15/10), Sabar harus kembali ke Kuala Lumpur dan saya sudah berangkat ke Bandung dengan kereta api, sejak pagi. Ada agenda kegiatan yang tak bisa ditunda. Termasuk terapi kondisi kesehatan saya, karena pada Jum’at terpeleset dan jatuh di rumah.

Di tengah aktivitas saya menyusun bahan presentasi untuk hari Senin, masuk pesan di akun WA (WhatsApp) saya dari Asro Kamal Rokan. Pesan itu mengabarkan, Saiful Hadi Chalid, mantan Direktur Utama LKBN Antara, wafat.

Berita lainnya saya peroleh melalui WA dari, seorang famili, Rinny Noor, yang ketika menikah dengan basis God Bless Donny Fatah, disaksikan oleh KH Icham Chalid – ayah Saiful, yang sama berasal dari Banjar – Kalimantan Selatan.

Saya hanya bisa tertegun beberapa saat. Menyesal Qur’an tak bisa menyertainya ke pemakamannya di Kompleks Darul  – Cisarua – Bogor. Dari beberapa teman, saya peroleh kabar, almarhum dimakamkan di dekat makam almarhum dan almarhumah ayah ibunya.

Terakhir kali Saiful berkomunikasi dengan saya, dua pekan lalu, ketika mengundang rapat Yayasan Kerukunan Indonesia Malaysia (YAKIM), yang belum lama didirikannya.

Yayasan itu didirikan untuk menguatkan hubungan Indonesia – Malaysia sebagai bangsa sebatih di rantau Nusantara.

Saiful, sejak beberapa tahun terakhir, bersama Allahyarham Tarman Azzam, Asro Kamal Rokan, beberapa teman lain, dan saya, memang aktif melakukan diplomasi people to people dengan sahabat-sahabat di jiran Malaysia.

Almarhum menjadi telangkai hubungan kedua negara secara aktif. Bahkan, beberapa waktu berselang, dalam kondisi yang kurang fit, masih sempat memimpin delegasi YAKIM bertandang ke Malaysia, menguatkan jalinan silaturrahmi.

Seperti yang diceritakannya pada saya, dia sempat bertandang ke kediaman Tan Sri Johan Jaaffar, salah seorang tokoh media dan penggerak seni budaya berpengaruh di jiran.

Rencana mendirikan YAKIM disampaikannya kepada saya dan Asro, beberapa waktu lalu, di beranda resto Wanna Be di bilangan Kebayoran Baru.

Dia katakan kala itu, yayasan itu untuk menindaklanjuti berbagai kesefahaman yang sudah terjadi selama ini, dan tak mungkin ditindaklanjuti oleh ISWAMI chapter Indonesia yang dipimpinnya.

Berbagai inisiatif dilakukan Saiful untuk mengeratkan hubungan Indonesia – Malaysia, terutama untuk mengatasi berbagai kesalah-fahaman yang sering terjadi, dan banyak dimanfaatkan berbagai pihak yang senang Indonesia – Malaysia bergaduh.

Saiful, 59, memandang, persaudaraan kedua negara sebatih serantau menjadi sangat penting. Khasnya, bagi perkembangan kemajuan kawasan ini (ASEAN) ke depan. Pandangan ini juga yang disampaikannya, kala bicara di berbagai forum yang menghubungkan kedua negara.

Hubungannya dengan beberapa kalangan pemerintahan di Malaysia, berlangsung baik. Terutama, ketika dia menjabat Direktur Utama LKBN Antara (2012-2016). Beberapa kali almarhum menyelenggarakan pertemuan puncak LKBN Antara dengan Kantor Berita Nasional Malaysia (Bernama).

Ketika saya bersama teman-teman Perkumpulan UMA (Usaha Memajukan Anakbangsa) berkunjung ke kediaman Tan Sri Johan Jaaffar (JJ) di Petaling Jaya, beberapa kolega bercerita tentang kehangatan almarhum (yang senang menyajikan joke-joke kecil tentang orang Banjar).

Sejumlah kolega di Malaysia, seperti diceritakan Sabaruddin saat berkunjung ke kediaman almarhum,  berinisiatif, mengusulkan kepada pemerintah yang berwenang agar berkenan memberi penghargaan sosial.

Sabaruddin sungguh berduka, saat beroleh kabar wafatnya almarhum. “Dua dari sedikit telangkai Malaysia – Indonesia sudah wafat., belum lagi sempat kami menyampaikan harapan kepada PM. Semoga arwah Pak Saiful dan Pak Tarman beroleh tempat yang berbahagia di sisi Allah,”ungkap Sabaruddin.

Sabaruddin merasakan besarnya peran almarhum dalam memperkuat hubungan kedua negara. Terutama, ketika almarhum mengambil inisiatif untuk mempertemukan sejumlah ormas Indonesia (NU, Muhammadiyah, Mathla’ul Anwar, HMI, GP Ansor, Fatayat NU, dan Aisyiah) dengan NGO (non government organization) Malaysia.

Banyak cerita amat berkesan dalam hubungan persahabatan kami. Dari almarhum kami mendapat contoh laku akhlak yang sangat baik. Meski sangat dekat, almarhum selalu menunjukkan rasa hormat kepada yang lebih tua.

Hal lain yang dicontohkannya adalah : keikhlasan menjalankan tugas dan pengabdiannya sebagai jurnalis, juga sebagai seorang tokoh yang menonjol.

Di penghujung masa pengabdiannya di LKBN Antara, Saiful sempat memberi penghargaan kepada Tan Sri Dato’ Seri Utama Rais Yatim, mantan Menteri Luar Negeri dan Menteri Penerangan Malaysia, yang juga Ketua YIRMI (Yayasan Ikatan Rakyat Malaysia – Indonesia).

Kali terakhir saya melakukan perjalanan luar negeri bersama, adalah ketika menjadi anggota delegasi Republik Indonesia (dipimpin Presiden Susilo bambang Yudhoyono) ke Singapura, Myanmar, dan Brunei Darussalam, tahun 2013 untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN.

Ketika itu, saya melihat almarhum bahagia sekali memainkan perannya, sehingga bisa berlangsung dialog antara Presiden SBY dengan sejumlah jurnalis Singapura di kantor Reuter.

Kegembiraan lain diungkapkannya, kala bercerita pada saya, saat diterima Presiden Jokowi. Pun, ketika diterbitkannya mata uang Rupiah bergambar almarhum ayahnya.

“Saya senang dapat menjalankan tugas saya, saya juga senang pengabdian almarhum ayah saya dihargai oleh negara,”ungkapnya.

Suatu ketika, sebelum berangkat ke India untuk memeriksa ginjalnya, dia telepon saya. “Do’ain saya Bang. Ini ikhtiar yang harus saya lakukan. Abang juga harus jaga kesehatan,” ungkapnya.

Saiful tahu, kondisi  kesehatan saya tidak seprima dulu. Terutama ketika saya mengidap penyakit ginjal yang sama. Almarhum sempat terkejut melihat perubahan saya, ketika menggelar rapat pertama YAKIM.

“Abang kelihatan lebih sehat dan fresh,”ungkapnya. “Apa yang abang lakukan?”tanyanya.

Dia berusaha untuk ikut jalan sehat rutin yang saya lakukan di Kebun Binatang Ragunan, tapi tak pernah kesampaian.

Beberapa pekan lalu, saat menelepon saya, saat masih segar, almarhum enteng saja bicara, “Bang.. kalau saya berpulang duluan, tolong pelihara terus hubungan dengan teman-teman di Malaysia.”

Senin malam, selepas Asro mengabarkan kepulangannya, saya menerima telepon dari Aishah di Johor Bahru, yang sudah menganggap almarhum seperti abangnya sendiri.

“Saye nak turun ke Jakarta, nak jumpe keluarga Allahyarham Bang Saiful. Abang boleh bagi waktu hantar saya,”ujar Aishah, yang kini salah seorang motivator populer di Johor Bahru.

Beberapa pesan  dukacita juga disampaikan beberapa sahabat lain di Malaysia. Berpulanglah telangkai Malaysia – Indonesia yang tak pernah lelah merawat hubungan kedua negara.

Bagi saya, kepulangan almarhum, merupakan jalan cintanya yang paling istimewa, menjumpai al Khaliq, yang selama ini menjadi daya besar cintanya kepada isteri, anak, menantu, cucu, dan sahabat-sahabatnya.

Saiful sahabat yang sangat baik, yang memilih jalan sunyi di tengah ingar bingar perubahan dan dinamika perpolitikan. Jalan sunyi seorang jurnalis yang tak pernah bosan mengingatkan sesama jurnalis untuk memelihara kemerdekaan pers yang sesungguhnya. Pers yang beradab..

Allahummaghfirlahu warhamhu waafiha wa’fuanhu.. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.. selamat berpulang menjumpai sumber kebenaran dan kebajikan yang sesungguhnya.. |

Editor : sem haesy
 
Sainstek
10 Jan 17, 15:25 WIB | Dilihat : 154
Honda Kembangkan Teknologi Motor Pintar
23 Des 16, 05:31 WIB | Dilihat : 274
Menanti Kehadiran Penghasil Listrik Berteknologi Nano
16 Des 16, 07:34 WIB | Dilihat : 404
Oasis, Mobil Unik dengan Kebun Mini
11 Nov 16, 14:21 WIB | Dilihat : 879
Motochimp, Si Mungil yang Unik
Selanjutnya
Seni & Hiburan
31 Des 16, 10:27 WIB | Dilihat : 453
Tan Sri SM Salim Johan Musik Melayu
05 Des 16, 16:14 WIB | Dilihat : 658
Sabdo Pandito Rakjat, Memotret Kegaduhan Bangsa
25 Nov 16, 22:15 WIB | Dilihat : 465
Sting Menebar Pesan Damai di Bataclan
17 Nov 16, 12:59 WIB | Dilihat : 879
Dedikasi Jackie Chan Berbuah Oscar
Selanjutnya