Balas Dendam Deddy Mizwar Berbuah 3 Gelar Akademik

| dilihat 2015

33 tahun lalu, Deddy Mizwar meninggalkan kuliah di Institut Kesenian Jakarta, karena terlalu sibuk malang melintang di dunia film. Program studi S1 sempat terbengkalai, selepas dia menyelesaikan program studi collocium doctum dan keahlian di jurusan teater.

Lantas, Deddy Mizwar melanjutkan lagu program studi S1 di almamater yang dia cintai itu. Dua tahun lalu, Deddy mengikuti perkuliahan lagi lewat program extension, dan lulus sebagai Sarjana Seni dari lembaga pendidikan seni yang terletak se kompleks dengan Pusat Kesenian Jakarta - Taman Ismail Marzuki, itu.

Anak Kemayoran yang semasa remaja sibuk bertetar lewat Teater Remaja Jakarta, dan sempat ‘mementingkan’ teater katimbang ujian sekolah di SAA (Sekolah Asisten Apoteker) itu, tak berpuas diri dengan studinya di bidang seni.  Dia melirik bidang studi lain di Bandung.

Anjuran teman-temannya agar dia melanjutkan S2 di bidang teater atau film, diterimanya, tapi tidak dilakoninya. Deddy yang ketika itu sudah menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat, itu malah memilih bidang studi lain : ekonomi, di salah satu sekolah tinggi ekonomi di Bandung.  Dia manfaatkan sela-sela kesibukannya untuk menyelesaikan bidang studi ilmu manajemen.

Lewat skripsinya yang menyoroti badan usaha milik daerah (BUMD) yang berada di lingkungan Pemprov Jawa Barat, Deddy berhasil lulus dalam ujian skripsi dan meraih ijazah S1 sebagai sarjana ekonomi.

Observasi Deddy menarik, karena menyoroti aspek leadership dalam manajemen, sebagai salah satu faktor yang menyebabkan BUMD yang diobservasi lambat berkembang.

“Deg-degan juga ngadepin ujian skripsi. Mendingan disuruh maen teater, baca puisi atau pidato deh,”cletuknya, tiga tahun lalu, usai ujian skripsi di sekolah tinggi itu.

Bukan tanpa sebab Deddy memilih program studi ekonomi – bisnis. Dia memilih bidang studi itu, karena melihat realitas, sebanyak 99 persen atau sekitar 9 juta pengusaha di Jawa Barat adalah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM. Itu sebabnya, Pemprov Jawa Barat menggenjot program ‘mencetak’ entrepreneur. Ketika itu tahun 2014.

Untuk mendorong peningkatan kapasitas pengusaha di Jawa Barat, Deddy berpandangan,  perlu para pengusaha yang berwawasan dan berpendidikan agar dapat lebih mendorong dunia usaha di Jawa Barat.

Usai menghadiri wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dharma Agung Bandung di Krakatau Convention Hall Hotel Horison, Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 121 Kota Bandung, pada Sabtu (13/12/14), selaku Wagub Deddy Mizwar mengungkapkan, dalam menciptakan para pengusaha baru di Jawa Barat, harus disertai dengan daya dukung pendidikan dan ilmu pengetahuan yang memadai, agar dapat lebih mengembangkan dan menciptakan dunia usaha di Jawa Barat.

Deddy memberi apresiasi kepada STIE Dharma Agung Bandung, yang berkomitmen menciptakan wirausaha baru terdidik. Menurut Deddy, kala itu, hadirnya sarjana-sarjana yang juga memiliki jiwa entrepreneur ini akan mendorong banyaknya lahir atau bersinergi dengan berbagai pihak untuk mengangkat entrepreneur-entrepreneur di Jawa Barat lebih banyak lagi, terutama untuk bekompetisi di ajang Asean Economic Community, yang menghadapkan pengusaha berkompetisi secara global.

Program wirausahawan terdidik ditargetkan Pemprov Jabar, sampai 2018, mencapai 100 ribu wirausaha baru. Untuk itu, Pemprov pun memfasilitasinya melalui training atau pelatihan kewirausahaan, serta memberikan pendanaan untuk sumber modalnya.

Dua gelar sudah disandang Deddy sampai tahun 2014 : SSn (sarjana seni) dan SE (Sarjana Ekonomi). Deddy yang kian concern dengan dunia pendidikan, penyiapan anak-anak bangsa menghadapi kompetisi global, merasa perlu meningkatkan kapasitas pendidikan dari dirinya sendiri. Khasnya dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan yang mampu melahirkan kebijakan-kebijakan strategi dalam  menciptakan politik yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan keadilan.

Deddy akhirnya melanjutkan studi ilmu politik di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung. Dia manfaatkan waktu rehatnya di akhir pekan untuk kuliah yang dilakoninya dengan tekun dan bersungguh-sungguh.  

Meski dalam usia di atas 60-tahun, spirit ‘belajar sepanjang hayat’ yang diyakininya terus bergelora. Deddy berhasil dan lulus sebagai Magister Ilmu Politik (M.I.Pol). Rabu, 8 November 2017 lalu, Deddy berada di antara para wisudawan, dan dikukuhkan sebagai penyandang gelar magister ilmu politik oleh Arry Bainus, Wakil Rektor II Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad pada acara Wisuda Gelombang I Unpad Tahun Akademik 2017-2018, lepas tengah hari di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad, Jl. Dipatiukur No. 35, Bandung.

Deddy memanfaatkan waktunya selama dua tahun untuk menyelesaikan studi pasca sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNPAD itu. Tapi, bukan karena perkuliahan berlangsung di kawasan Dago – Bandung Utara, kalau sosok berjuluk  ‘Nagabonar’  dan ‘Mat Angin’ ini mengambil tesis : “Implementasi Kebijakan Pengendalian Pemanfaatan Kawasan Bandung Utara sebagai Kawasan Strategis Provinsi Jawa Barat.”

Deddy yang sangat concern terhadap kawasan Bandung Utara yang kritis, itu sebagai bagian kepeduliannya terhadap keseluruhan dimensi lingkungan alam dan sosial di Jawa Barat. Deddy dinyatakan lulus dengan yudisium sangat memuaskan, ketika mempertahankan tesisnya dalam sidang tesis 29 Juli 2017 lalu.

Ayah tiga orang anak dan suami dari Giselawati yang sangat concern dengan pendidikan sebagai inti pergerakan budaya dan memandang pembangunan sebagai jalan budaya, itu memberi contoh untuk tak berhenti studi. Kendati sempat absen studi, Deddy membuktikan sikap persisten dalam memperjuangkan sesuatu.

Tokoh yang dijagokan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk maju dalam Pilkada Jawa Barat 2018, itu sungguh menikmati dinamika kerjanya yang ketat. Namun, semenjak menjabat Wagub Jabar, dia tak pernah mengabaikan tugas utamanya sebagai Wagub. Deddy nyaris tak pernah absen dengan beragam agenda kerjanya (kecuali ketika sempat sakit).

Baginya seluruh hal terkait dengan proses kehidupan adalah medium pembelajaran yang penting sebagai manusia. Dengan cara itu, dia terus konsisten memanifestasikan semangat kerjanya untuk sepenuhnya mengabdikan diri kepada Jawa Barat.

Jabatan Wagub yang disandangnya selama ini, menjadi medium baginya untuk sungguh mengabdikan diri. “Jadi manusia, tugas kite kan menjadi yang terbaik dan bermanfaat buat orang banyak. Kan kite gak tahu berape lama dikasih jatah umur. Iye gak?” cetus Deddy suatu ketika.

Alhasil, ketika Deddy Mizwar balas dendam meneruskan studinya dalam waktu empat tahun dia berhasil menyandang 3 gelar akademik sekaligus (SSn, SE, dan M.I.Pol) dan tiga kali wisuda. Setidaknya, Deddy menjadi contoh bagi dua anak dan dua menantunya, bagaimana memanfaatkan usia untuk berbuat kebaikan dan kebajikan, baik bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas.. |  Bung Sem

Editor : sem haesy | Sumber : berbagai sumber
 
Lingkungan
05 Jan 17, 21:34 WIB | Dilihat : 551
Hidup Sejahtera di Permukiman Terapung Kampong Ayer
02 Jan 17, 15:50 WIB | Dilihat : 331
Merawat Cinta di Bali
28 Des 16, 14:15 WIB | Dilihat : 392
Surga di Jayapura
23 Des 16, 18:26 WIB | Dilihat : 588
Cisomang Bergeser, Cipularang Terganggu
Selanjutnya
Energi & Tambang
05 Des 17, 20:09 WIB | Dilihat : 269
Kelola Sumberdaya Alam secara Efisien
19 Des 16, 10:43 WIB | Dilihat : 646
Perlu Kesadaran Kolektif untuk Efisiensi Energi
15 Des 16, 21:23 WIB | Dilihat : 865
Pertamina Serius Investasi di Hulu
Selanjutnya