Amsal Ayam Jago dan Merpati dalam Pernikahan

| dilihat 988

Catatan Bang Sèm

Beberapa waktu berselang, Ahad (20.10.19), bertepatan dengan pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, saya menghadiri akad nikah Iqra dan Rizchy.

Iqra adalah puteri sulung Sjahrir Lantoni  (Pemimpin Redaksi tilik.id, yang sebelumnya Pemimpin Redaksi indopos.com) dengan Kasmawati Kassim Marewa, yang di masanya, aktivis mahasiswa asal Kendari.

Ferry Mursyidan Baldan (Menteri Agraria dan Tata Ruang 2014-2016) bertindak sebagai saksi. Sejumlah mantan aktivis mahasiswa juga terlihat di ruang akad nikah.

Nampak Afni Achmad, politisi - mantan anggota parlemen dari PAN (Partai Amanat Nasional), Surya Dharma - Ketua Masyarakat Energi Baru Terbarukan Indonesia (METI) sekaligus Ketua Umum Taman Iskandar Muda, Tigor Sihite - Ketua Umum Perkumpulan UMA (Usaha Memajukan Anakbangsa), Hanifah Husein (Koordinator Presidium Majelis Nasional Forhati), Jumrana Salikki (Sekjend Forhati), Dian Islamiati Fatwa, dan para kolega.

H. Sofhian Mile (Bupati Luwuk Banggai - 2011 - 2016) yang juga politisi Partai Golkar dan menjadi anggota DPR RI selama lima belas tahun, seperti Ferry, terlihat memakai pakaian adat Bugis.

Pada saatnya, Sofhian yang bermisai berdiri di depan khalayak, memberikan nasihat perkawinan. Kedua mempelai, beserta kedua orang tua dan keluarga masing-masing, serta hadirin menyimak tausiyah yang nampak arif tetapi jelas, tegas, dan kuat sebagai bekal hidup kedua mempelai.

Saya suka dengan amsal yang disampaikan Sofhian dalam nasihat pernikahan, itu. Politisi yang juga gemar khutbah Jum'at dan menjadi imam salat fardhu berjama'ah mengusik untuk merenung ulang, bermuhasabah, melalui amsal-amsal yang dikemukakannya.

"Jangan terkesima dengan sosok dan perangai ayam jago. Berusahalah jadi merpati yang tak pernah ingkar janji," ungkapnya.

Dalam ilmu perbintangan Tiongkok, ayam jago memang menandakan ketabahan untuk memikat dan mendapatkan ayam betina. Kala memikat ayam betina, ayam jago selalu melakukan 'pencitraan,' menampakkan segak.

Ayam jago ketika memikat ayam betina, mengeksplorasi dirinya sebagai sosok idola terbaik, dengan segala hal -- yang boleh disebut atribut -- yang, melambangkan keberuntungan, nasib baik, dan perlindungan.

Tentu, sambil menyembunyikan totem dirinya sebagai hewan yang dianggap sebagai simbol makhluk yang sangat suka memerintah, meskipun secara konotatif dan denotatif tidak harus dengan cara yang buruk.

Ayam jago -- dikenal pula sebagai ayam jantan alias gallinaceous -- secara naluriah juga menghadirkan persepsi hirarki, selalu menampakkan diri sebagai gallus domenicus atas ayam jago yang lebih muda.

Dia menjaga area umum tempat ayam-ayam betina bersarang, dan akan menyerang ayam jago lain yang memasuki wilayahnya.

Positifnya, ayam jago memecahkan fajar, dengan berkokok, sebagai isyarat 'kekuasaan' di lingkungan komunitasnya yang lebih kecil. Kokok ayam jago, merupakan seruan kepada komunitasnya tentang eksistensi kesiagaannya menjalankan perlindungan.

Penelitian yang dilakukan di Perancis (1998) menunjukkan, kokok ayam jago 'melelehkan' instink ayam betina, sehingga mudah 'menyerahkan' dirinya.

Dan, ketika ayam betina bertelur dan mengerami telurnya, ayam jago tak hirau, sembari terus menampakkan segaknya, memikat ayam betina lain.

Ayam jago dewasa (gallus domenicus) - terutama pada masa memikat ayam betina, sering kehilangan semua rasa takut pada manusia dan bisa menjadi agresif. Ayam jago, juga sering menunjukkan perilaku menyimpang.

Akan halnya merpati, merupakan simbol kesetiaan cinta, kasih sayang, harmoni, dan perdamaian sepanjang tahun. Karenanya, kerap dijadikan sebagai simbol dan menyertai tradisi memelihara pokok cinta, Hari Valentine yang romantis.

Di abad pertengahan, orang-orang percaya bahwa semua burung merpati memilih pasangannya dan kawin di pertengahan bulan Februari. Momen itulah yang sering diperingati sebagai Hari Valentine.

Tapi, tak hanya merpati saja yang kawin di pertengahan Februari. Burung-burung thrush mistle, blackbird dan partridge, juga, sebagian besar kawin selama musim semi dan musim panas, utamanya di pertengahan Februari.

Merpati lantas dipilih mewakili romansa karena mitologi Yunani membabitkan (mengaitkan) burung putih kecil dengan Aphrodite, dewi cinta (yang dalam mitologi Romawi dikenal sebagai Venus).

Aphrodite atau Venus sering digambarkan dengan merpati yang beterbangan di sekelilingnya atau bertumpu di tangannya. Dan, ini yang penting, agaknya: Merpati mewakili simbol konsepsi monogami dan kesetiaan dalam hubungan kualitas yang bagus untuk mendahulukan cinta dan kasih sayang, katimbang asmara.

Burung merpati jago pun membantu pasangan betina mereka mengerami dan merawat piyik (anak-anak) mereka, yang membantu citra mereka sebagai burung yang berbakti dan pengasih. Reputasi merpati sebagai simbol cinta begitu kuat, sehingga banyak resep ramuan cinta populer selama abad pertengahan memerlukan hati seekor merpati.

Ah.. amsal atau perumpamaan yang dikemukakan Sofhian Mile juga mengusik kita ke dalam pemikiran yang luas tentang hubungan-hubungan sosial dan bahkan politik. Khasnya dalam memelihara antusiasme mengembangkan simpati, empati, apresiasi, dan respek sebagai jalan menuju cinta.

Karenanya, generasi baru abad pertengahan juga menggunakan simbol gembok dan anak kunci, pengunci mata rantai kesetiaan. Bahkan, ketika gembok sudah terkunci, anak kunci selalu disembunyikan.

Maknanya adalah, komitmen dalam pernikahan adalah konsistensi abadi dengan segala konsekuensi.  Gembok yang sudah terkunci tak kan pernah memberi anak kunci lain untuk membukanya.

Itulah, esensi pernikahan dhaim -- sepanjang hayat -- bukan pernikahan sembunyi-sembunyi atau pernikahan dengan tenggat waktu tertentu. Koalisi permanen. Bukan koalisi musiman. |

Editor : Web Administrator | Sumber : berbagai sumber
 
Energi & Tambang
22 Okt 19, 12:46 WIB | Dilihat : 337
Sinergi PHM dengan Elnusa Garap Jasa Cementing di Rawa
03 Okt 19, 12:21 WIB | Dilihat : 93
Pertamina Bersinergi dengan PLN di Bisnis Kelistrikan
04 Okt 19, 12:21 WIB | Dilihat : 97
Sekolah Percaya Diri Pertamina
Selanjutnya
Budaya
28 Okt 19, 11:57 WIB | Dilihat : 458
Sumpah (Serapah) Pemuda
29 Agt 19, 14:19 WIB | Dilihat : 630
Mitra Binaan Pertamina Semarakkan Pameran Warisan
24 Agt 19, 17:24 WIB | Dilihat : 468
Kongko Bersama Kaum Muda Kreatif Betawi
Selanjutnya