Seri Among Tamu

Among Tamu adalah Kehormatan

| dilihat 1138

Sém Haésy

Sekali sekala atau kerap, kita diminta oleh kerabat dan sahabat menjadi among tamu, ketika mereka menggelar perhelatan. Mulai dari pesta dalam skala kecil dan sederhana sampai pesta pernikahan.

Saya biasa menyebutnya dengan istilah majelis ( lebih khas, Majelis Perkawinan).

Permintaan kerabat dan sahabat kepada kita untuk menjadi among tamu adalah kehormatan.

Sebelum kerabat dan sahabat memasukkan nama kita dalam daftar among tamu di majelis yang mereka gelar, banyak pertimbangan yang telah dipikirkannya.

Salah satu alasannya adakah kedekatan dan kekariban dalam perkerabatan dan persaudaraan.

Dengan memilih kita sebagai salah satu among tamu, kerabat dan sahabat, minimal merasa aman dan nyaman, bahwa di majelisnya, seluruh tamu yang datang akan beroleh penghormatan yang layak dan khas. Terutama tamu-tamu dari kalangan tertentu, termasuk figur prominen di lingkungan masyarakat luas.

Terimalah permintaan sebagai among tamu sebagai kehormatan.

Menjadi among tamu dalam majelis perkawinan adalah menjadi representasi tuan rumah, apapun sikap dan perilaku kita akan diterima oleh tamu sebagai cerminan tuan rumah.

Karenanya, siapa saja yang beroleh kehormatan sebagai among tamu, mesti paham sejak awal, bahwa sebagai representasi tuan rumah, perilaku, termasuk tata krama - unggah-ungguh mesti terjaga. Karena tamu yang diundang datang ke dalam majelis, sangat heterogen. Termasuk dalam hal watak dan cara menyerap kesan pertama dalam melakukan interaksi personal dan sosial.

Among tamu bermula dari tradisi raja-raja di dunia di masa silam, ketika nilai-nilai dasar tentang protokoler masih merupakan nilai-nilai lepas yang belum terumuskan.

Raja memerlukan sejumlah orang yang mereka percaya akan mau dan mampu berkomitmen menjadi representasi (dirinya, keluarganya, dan kerajaan) menerima tamu yang diundang ke majelis perkawinan putera atau puterinya. Kepentingannya sangat asasi, yakni tamu merasa aman dan nyaman di majelis itu, sekaligus merasa mendapatkan penghormatan.

Majelis perkawinan atau biasa juga disebut jamuan khas untuk mengabarkan status baru sepasang pengantin yang resmi telah bersuami istri (i'lan), sekaligus menawarkan sukacita maksimal sebagai niat tuan rumah.

Majelis pernikahan secara implisit juga mengabarkan, tuan rumah sudah merampungkan salah satu tugas mereka, mengasuh - merawat - dan mendidik anak-anak mereka sehingga kemudian tumbuh menjadi pribadi utuh sebagai insan yang dewasa dan akan menjadi generasi baru yang akan meneruskan garis keturunan dan keluarga (nasab), sehingga harus disyukuri dengan mengundang berbagai kalangan yang terkait dengan tuan rumah dan mempelai ke majelis itu.

Majelis pernikahan kemudian menjadi ajang silaturahim, momen menghidupkan kembali solidaritas dan ukhuwah, kohesi keluarga, sekaligus memelihara ikatan sosial yang sudah tersimpul dalam ikatan sebelumnya.

Menghormati dan memuliakan tamu menunjukkan marwah atau derajat seseorang. Insan yang mulia (bermartabat) akan memperlakukan tamu dengan baik.

Keramahan dalam menerima tamu, tak hanya berhenti dalam konteks tuan rumah dengan tamu, tetapi juga berkaitan dengan Tuhan, karena di majelis yang mempertemukan tuan rumah dengan tamunya, akan terjadi interaksi personal dan sosial yang langsung tak langsung berhubungan dengan apa yang telah dipandu Tuhan melalui rasul dan jalan hidup yang diajarkannya.

Keramahan mencegah ghibah (rumors). Hanya mereka yang berhati tak elok yang gemar menebar rumors.

Keramahan merupakan hak bagi tamu dan kewajiban bagi tuan rumah dan penerima tamu yang mewakilinya, sehingga bernilai ibadah.

Karenanya, banyak hal sederhana yang bernilai tinggi dalam konteks penerimaan tamu, seperti senyuman yang merefleksikan kehangatan yang menebar kebaikan, yang akan memberikan pengalaman menyenangkan bagi tamu.

Bagi among tamu, hal pertama yang harus dilakukannya adalah sambut dia dengan hangat, hantarkan dia masuk ke dalam majelis, dan pelihara rasa nyaman pada dirinya.

Usai bertemu dengan tuan rumah dan mempelai, hantarkan mereka ke tempat yang memungkinkannya bertemu dengan para kolega dan sahabatnya, sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan.  Bagi tamu yang tak mungkin berlama-lama di majelis, temani mereka meninggalkan majelis dengan kesan yang menyenangkan. Do'akan mereka dengan ucapan baik yang melekat di sanubarinya.

Sejumlah tamu yang baik memberitahu kepada tuan rumah yang mengundangnya akan datang ke majelis. Sebaliknya, juga akan memberitahu tuan rumah bila tak sempat hadir. Informasi ini perlu diketahui among tamu, sehingga ketika ada tamu menanyakan kolega atau sahabat mereka yang kebetulan tak hadir, langsung beroleh informasi yang juga baik.

Lakoni peran dan fungsi sebagai among tamu sebagai bagian tak terpisahkan dari kepribadian baik kita. Dalam konteks itu, atika menjadi penting. Termasuk menyiapkan diri secara fisik, agar tak tampak berwajah masam, lesu, dan suntuk.

Karena menjadi among tamu adalah kehormatan, maka apa yang dilakukannya terhadap tamu merupakan penghormatan. Dalam konteks itu, senyum dan laku menjadi ibadah. Tutur kata menjadi hikmah yang sejuk di telinga dan nyaman di hati.

Sikap dan laku among tamu mencerminkan kepedulian, kesungguhan, simpati, dan respek yang membuat interaksi personal dan sosial menjadi ladang kebaikan dan kebajikan.

Dan yang pasti, among tamu bukanlah tamu. Untuk itu, semestinya, para among tamu sudah berada di arena majelis pekawinan, jauh sebelum tamu pertama tiba. |

 

Komunitas Amongtamu Hubbul Marhamah Indonesia  

Editor : Web Administrator
 
Humaniora
10 Jul 19, 08:56 WIB | Dilihat : 958
Hati Bungah Melihat Betawi Mesra
06 Jul 19, 22:27 WIB | Dilihat : 536
Cermin dari Ciswoto dan Evie Tyas
27 Jun 19, 13:34 WIB | Dilihat : 1139
Among Tamu adalah Kehormatan
17 Jun 19, 19:03 WIB | Dilihat : 813
Benahi Minda, WAG Cerdas
Selanjutnya
Polhukam
07 Jul 19, 18:14 WIB | Dilihat : 915
Jakarta Pantas Terima Penghargaan Kota Terbaik Dunia
28 Jun 19, 14:02 WIB | Dilihat : 1457
Nasib Rakyat Tidak Ditentukan di Bilik Suara
28 Jun 19, 11:03 WIB | Dilihat : 1449
Sofhian Mile : Selamatkan Bangsa, Utamakan Rakyat
27 Jun 19, 22:41 WIB | Dilihat : 1372
ISWAMI Sinergi Tunggal Jurnalis Malaysia - Indonesia
Selanjutnya