Ambisius

| dilihat 358

Sem Haesy

SETIAP manusia, secara alamiah mempunyai ambisi. Ambisi yang wajar boleh dipelihara, tapi tidak dengan sikap ambisius.  Tuhan menyadarkan manusia, bahwa di atas muka bumi, terpujilah pemimpin yang kehadirannya mendatangkan manfaat bagi orang banyak. Laksana seorang ibu yang menyusui bayinya hingga waktu tertentu. Sebaliknya, celakalah pemimpin yang tidak bermanfaat bagi rakyatnya, seperti laiknya seorang ibu yang enggan menyusui anaknya.

Suatu ketika, Abdurrahman bin Samurah tak kuasa mengelola ambisinya, sehingga nampak sekali ia sangat ambisius untuk memimpin. Untuk memenuhi perangainya yang ambisius itu, ia berusaha memikat hati umat dengan cara menjelek-jelekkan pemimpin kaumnya, yang masih memerintah. Abdurrahman memelintir ajaran agama, bahwa menjadi pemimpin merupakan fardhu kifayah. Ia mengabaikan esensi ajaran agama, bahwa yang berhak menjadi pemimpin adalah mereka yang mempunyai kompetensi. Abdurrahman merasa, dirinya lebih patut memimpin, katimbang pemimpin yang sedang menjalankan amanahnya.

Untuk memikat hati rakyatnya, Abdurrahman memanfaatkan waktunya mengunjungi kabilah demi kabilah. Mengungkapkan data dan fakta yang dia anggap sebagai kebenaran – padahal hanya data dari pihak lain yang memang mau merendahkan kaumnya – telah terjadi kondisi kehidupan yang amat buruk. Abdurrahman bercerita, seolah-olah di tangan pemimpin yang sedang memerintah, kemiskinan kian bertambah-tambah. Abdurrahman mengabaikan kenyataan, bahwa seseorang tidak bisa meminta dirinya menjadi pemimpin. Apalagi untuk memimpin negara. Ia hanya terbakar sikap ambisiusnya untuk mengajak kaum mencabut mandat atas pemimpin yang sedang menjalankan amanah, dan menyatakan, dirinya lebih patut.

Abdurrahman seolah mengabaikan kisah Thalut, sebagaimana difirmankan Allah SWT. “Nabi mereka mengatakan kepada mereka: Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu. Mereka menjawab: bagaimana mungkin Thalut memerintah kami, padahal kami lebih patut mengendalikan pemerintahan daripada dia, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak? Nabi mereka berkata: Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa. Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah memperluas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui” (Q.S. al Baqarah: 247)

Ketika informasi ihwal perilaku Abdurrahman tiba ke telinga Rasulullah, segeralah beliau memanggil Abdurrahman. Maka bersabda Rasulullah SAW,” Hai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta jadi pemimpin. Karena jika engkau diserahkan kepemimpinan tanpa meminta, engkau akan dibantu dalam melaksanakan tugasmu. Tapi, jika engkau diserahi kepemimpinan karena meminta, engkau akan dibiarkan melaksanakannya sendirian” (HR Bukhari dan Muslim).

Ambisius merupakan sikap buruk bagi seseorang yang menasbihkan dirinya layak sebagai pemimpin.  Terutama, karena seorang pemimpin yang dikehendaki adalah mereka yang tidak menampakkan ambisinya, sehingga ia tak terjerembab dalam kejumawaan. Sikap rendah hati dan berakhlak, merupakan ekspresi ketakwaan kepada Allah. Karena tugas seorang pemimpin negara, adalah memperlakukan dengan baik rakyatnya, meski tak mudah.

Kemudian mengasihi orang kecil melalui program yang tak bisa dicapai sekejap mata. Juga memuliakan intelektual, yang fikiran dan pandangannya dilandasi ilmu pengetahuan. Tidak bersikap tangan besi, sehingga mampu memuliakan orang lain, meski pernah menzaliminya. Ia tidak meresahkan rakyat, tidak menutup pintunya dari rakyat, bahkan ada bersama rakyatnya. l

Editor : sem haesy
 
Polhukam
11 Des 17, 15:13 WIB | Dilihat : 164
Sikap Deddy Mizwar dan Akhmad Syaikhu Realistis
09 Des 17, 19:55 WIB | Dilihat : 266
Isyarat dari Cendana untuk Kader Partai Golkar
09 Des 17, 11:11 WIB | Dilihat : 183
Panglima TNI di Tengah Keragaman Kepentingan
09 Des 17, 08:58 WIB | Dilihat : 633
Trump Menabuh Genderang Perang
Selanjutnya
Budaya
11 Des 17, 13:07 WIB | Dilihat : 151
Museum MACAN Katarsis Menyegarkan Bagi Jakarta
17 Nov 17, 06:56 WIB | Dilihat : 532
Masjid Raya Al Mashun Sisa Digjaya Kesultanan Deli
21 Okt 17, 09:27 WIB | Dilihat : 1131
Ruh Budaya Betawi dalam Lukisan Sarnadi Adam
06 Okt 17, 17:21 WIB | Dilihat : 1529
Choreopainting Revki dan Daya Magis Biola
Selanjutnya