BOGOR dan LEBAK

Aksi MN Forhati Bantu Korban Bencana di Lokasi Sulit

| dilihat 579

KETIKA sejumlah orang tanpa hati sibuk menebar hoax, ujaran kebencian dan ekspresi kaum pecundang yang tak mampu berbuat apapun, selalu ada orang-orang yang tergerak untuk mengambil peran.

Membantu rakyat mengurangi derita dan bukan menjadi masalah yang kian menghimpit rakyat.

Ketika derita datang menghampiri, selalu saja ada ruang untuk berbagi asa, bahwa esok hari masih ada.

"Kita meyakini, di balik ujian selalu ada hikmah, di balik kesulitan selalu ada inspirasi, dan di balik bencana selalu ada kemudahan untuk meringankan beban korban," ungkap Hanifah Husein, Koordinator Presidium Majelis Nasional Forum Alumni HMI Wati (FORHATI), Ahad (26/01/20).

Pada hari itu,  sejak pagi satu tik Majelis Nasional FORHATI bergerak ke tiga titik lokasi banjir di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak di Banten. Titik pertama yang didatangi adalah Desa Pasir Madang Kecamatan Sukajaya di bagian Barat Kabupaten Bogor, berbatasan dengan wilayah Kabupaten Lebak.

Organisasi muslimah cendekia, itu memang mempunyai unit khas, FFC (Forhati Family Center), yang berkonsentrasi untuk urusan-urusan kemanusiaan, keluarga, anak-anak dan perempuan.

Asnawi Hamid, team leader FFC yang pernah memimpin tim ketika terjadi tsunami Palu - Sulawesi Utara dan Pandeglang - Banten, nampak selalu tersenyum, meski menghadapi medan yang berat.

Asnawi, sebagaimana Hanifah Hussein dan seluruh anggota FFC sudah berulangkali melakukan aksi 'sambung hati' - kepedulian di lokasi-lokasi bencana. Mereka terjun membantu korban gempa Lombok dan Mataram, Palu, Sigi danDonggala, tsunami di Tanjung Lesung Pandeglang Banten.

FFC menurut Asnawi, memegang idiom sederhana, "Sedih melihat orang lain sedih, prihatin melihat orang lain tertimpa musibah, dengan aksi nyata memberi menggerakkan empati dan simpati supaya bisa bahagia bersama."

Sejumlah bantuan dibawa oleh FFC, dari lampu petromax berbahan bakar gas, tabung gas isi 3 kg, bahan makanan dan minuman, selimut, handuk, pampers, sampai sendal jepit.

Usai dari Jasinga, dipimpin Hanifah Husein mereka bergerak menuju ke ke desa lain di Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor. "Ini kecamatan di perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten," ungkap Jamilah, yang sehari-hari seorang Notaris - PPAT di Tangerang.

"Di desa Jasinga, kami tidak bisa tembus ke lokasi bencana," ungkap Jamilah. "Jalan keluar kami cari, bantuan diangkut dengan motor trail melalui Posko Khatulistiwa.  Sebuah mobil offroad yang disiapkan juga mengalami kendala akibat medan yang berlumpur dan pendakian," tambah Asnawi.

 Di posko Khatulistiwa, Koordinator Hanifah Husein menyerahkan bantuan gas elpjji dan tabungnya sekaligus lampu petromax berbahan bakar elpiji, dan beberapa jenis barang yang diperlukan oleh korban bencana.

Jelang sore, mereka menembus Lebak Banten.  Cuaca dingin dan hujan yang menyelimuti sepanjang hari, itu membuat lokasi di titik ketiga,  Desa  Susukan Kecamatan Sajirah Lebak Banten,  masih  bisa ditembus.

"Kita terus jaga semangat kita, walaupun sudah petang," cerita Kasma Kassim Marewa, yang selama ini sering menjadi signer untuk situasi bencana.  

 Di desa ini, ada dua RT yang rata disapu banjir bandang dan longsor.  Ada 56 rumah hilang disapu air bah. "Belum banyak bantuan yang masuk untuk warga di sini. Tenda pengungsian yang ada, pun tidak mencukupi," terang Kasma.  

Sejumlah warga bercerita kepada Jamilah, banjir bandang dan longsor sedikit banyaknya disebabkan lingkungan yang sudah banyak dieksploitasi tanpa kendali. Menurut warga ada tambang liar yang membuat daerah itu rawan banjir dan longsor.

Puluhan rumah terseret banjir.  Warga Dua lingkungan Rukun Tetangga  rata dengan tanah. "Puluhan Kepala Keluarga kehilangan tempat tinggal. Lokasi tersebut nyaris lumpuh, terisolir, minim posko bantuan serta lokasi penampungan pengungsi," ungkap Jamilah.

"Mari kita berencana mendirikan desa ini sebagai desa binaan, lalu wilayah ini kita kembalikan menjadi kawasan hijau, kawasan konservasi," ungkap Hanifah.

Terjun dengan tajuk Berbagi Bantuan di Bogor dan Banten, Forhati membawa bantuan dua ton beras, 100 tabung gas elpiji 3 kg,  100 lampu petromax berbahan bakar gas LNG, ratusan handuk dan selimut, 100 sarung, bahan makanan dan minuman seperti susu, air mineral TirtaOne, kopi dan teh. Juga ratusan  pasang sandal serta pakaian dalam pria dan wanita. Tak terkecuali, daster untuk perempuan. 

Dalam aksinya kali ini, Forhati bekerjasama dengan PT Rantaupanjang Utama Bhakti Coal Mining (RUB),  BNPB,  BPBD,  Cibubur 4x4 Community (C4x4C), dan Cibubur Motor Community (CMC4x4).

Hanifah Husein mengatakan, wujud dari kepedulian, adalah antusias terjun ke lapangan, menebart simpati dan empati, menghidupkan apresiasi, menggelorakan respek, sehingga tumbah rasa cinta kepada sesama. Dengan kesadaran itu, FFC turun ke lapangan.

 “Semoga bantuan ini berguna untuk kebutuhan sehari-hari. Kami doakan semoga penderitaan warga korban bencana segera berakhir,” kata Hanifah,  didampingi pengurus MN FORHATI: Jamilah Abdul Gani, Farida Islahyah, Faizah, Idar Darmahusni, Kasma Kasim Marrewa, Sekarningrum, Andi Tenri Ajeng, Sekarningrum, dan tim leader FFC Asnawi Hamid. | Haedar

Editor : bungsem
 
Humaniora
01 Apr 20, 08:04 WIB | Dilihat : 97
Humbling Experience for Mankind
31 Mar 20, 09:58 WIB | Dilihat : 155
Melawan Covid 19 dengan COVID
27 Mar 20, 20:20 WIB | Dilihat : 146
Forhati Peduli Ojol
26 Mar 20, 16:11 WIB | Dilihat : 247
Anies Siapkan Hotel untuk Rehat Petugas Kesehatan
Selanjutnya
Lingkungan
04 Apr 20, 21:16 WIB | Dilihat : 56
Gubernur Anies Serukan Warga Pakai Masker
03 Apr 20, 15:51 WIB | Dilihat : 72
Melawan Virus dengan Lembu Akalang
22 Mar 20, 20:46 WIB | Dilihat : 82
Konferensi Virtual Bahas Covid 19
22 Mar 20, 19:06 WIB | Dilihat : 219
Aromaterapi dan Parfum Pernah Dipakai Melawan Wabah
Selanjutnya