Kesehatan

Total 102 Orang Tewas Akibat MERS di Arab Saudi

| dilihat 1968
 
ARAB SAUDI, AKARPADINEWS.Com - Kementrian Kesehatan Arab Saudi melansir 10 orang lagi meninggal akibat terjangkit virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) sehingga jumlah korban tewas keseluruhan menjadi 102 orang.
 
Hal itu diumumkan dalam pernyataan di situs kementerian tersebut Minggu malam. Mereka mengatakan telah mendeteksi total 16 kasus virus MERS, yang terkait SARS itu, dalam 24 jam ini. Korban yang tewas secara keseluruhan sebanyak 102 orang telah tewas akibat terjangkit penyakit itu di Arab Saudi sejak September 2012, dari total 339 kasus telah dilaporkan.
 
Toko-toko farmasi di Arab Saudi melaporkan warga membeli banyak masker, bahan pembersih tangan dan berbagai pembasmi kuman lainnya. Sebagian orangtua melarang anak-anaknya masuk sekolah. 
 
Tiga rumah sakit di Riyadh, Jeddah dan Dammam telah dinyatakan  oleh Menteri Kesehatan sementara, Adel Fakieh,  sebagai rumah sakit khusus MERS.Tiga rumah sakit ini dapat mengakomodir 146 pasien di ruang perawatan intensif.
 
Media di Arab Saudi memberitakan bahwa banyak orang Saudi menyuarakan kekhawatiran mereka di media sosial tentang penanganan pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus. Karena itu, Raja Abdullah pada Senin (21/4), telah memecat Menteri Kesehatan  Arab Saudi Abdullah al-Rabiah  tanpa penjelasan seiring meningkatnya jumlah korban tewas.
 
Sementara itu, piihak berwenang Mesir hari Sabtu  (26/4) juga melaporkan bahwa Mesir untuk pertama kali telah mendeteksi kasus positif di sana dalam tubuh seorang teknisi berusia 27 tahun, yang baru kembali dari Arab Saudi. Dia mengidap virus MERS dan kini dirawat intensif akibat radang paru-paru.
 
 Negara-negara Timur Tengah lain yang telah melaporkan kasus infeksi MERS termasuk Yordania, Kuwait, Oman dan Qatar. Sejumlah kecil kasus lain dilaporkan di Eropa dan Asia. MERS termasuk dalam kelompok virus yang sama dengan SARS, yang tahun 2003 menewaskan sekitar 800 orang diseluruh dunia. Di duga virus ini disebarkan dari unta ke tubuh manusia. Belum ada vaksin atau obat untuk MERS, dan belum jelas diketahui metode penularannya. Hingga kini pemerintah Arab Saudi sedang mengembangkan pengobatan terhadap virus ini.
Editor : Nur Baety Rofiq | Sumber : Berbagai sumber
 
Ekonomi & Bisnis
09 Mei 20, 04:13 WIB | Dilihat : 415
Al Quran Petunjuk Hadapi Krisis
16 Apr 20, 19:11 WIB | Dilihat : 408
Transformasi Digital Total Pertamina
15 Apr 20, 08:14 WIB | Dilihat : 361
Bank Indonesia Longgarkan Kebijakan Kartu Kredit
Selanjutnya
Budaya
20 Jul 20, 00:16 WIB | Dilihat : 264
Dimensi Kata di Tangan Sapardi Djoko Damono
06 Jul 20, 09:30 WIB | Dilihat : 383
Puisi, Pandemi dan Kisruh Logika Publik
Selanjutnya