Senja dan Siklus Kehidupan

| dilihat 1457

SENJA turun. Malam ganti bergulir hingga fajar tiba dan pagi mengisi hari-hari baru. Begitulah fenomena alam yang terus bergerak tanpa henti. Semua itu bergerak sebagai hukum alam, sunnatullah yang tak bisa diatur dan dikendalikan manusia.

Semua itu kemudian menjadi tanda-tanda kehidupan, ketika ilmu pengetahuan teknologi ‘membaca’-nya dengan ilmu astronomi dan astrologi. Kemudian isyarat pergantian waktu dijadikan sebagai momen untuk menentukan berbagai etape perjalanan hidup manusia.

Fenomena alam dijadikan sebagai penanda mulai dan berakhirnya proses ibadah pada bulan tertentu. Juga menjadi penanda berakhir dan mulainya hari baru di bulan baru dan tahun baru.

Lepas dari semua itu, yang pasti adalah fenomena senja dan malam, dan begitu seterusnya perguliran waktu, merupakan isyarat bahwa kehidupan terus bergerak dan “gusti ora sare.”

Dan kehidupan manusia dalam berbagai lapangan kehidupan, termasuk politik selalu ganti berganti.  Karena pasti akan ada yang turun dan naik, meskipun beragam cara dipakai manusia untuk naik dan turun. Padahal, Allah jua yang menaikkan dan menurunkan siapa saja dari kursi kekuasaan, sekaligus membesarkan dan mengecilkan, serta menghidupkan dan mematikan manusia, ciptaan-Nya.

Karenanya dalam mengikuti irama fenomena alam, yang mesti dilakukan adalah selalu mensyukuri nikmat yang Dia berikan. Nikmat Allah manalagi yang hendak didustakan?

Cara terbaik bersyukur adalah memelihara semesta, memelihara ciptaan-Nya. | Bang Sem

 
Lingkungan
07 Jan 20, 09:55 WIB | Dilihat : 190
Naturalisasi Sungai Pilihan Tepat Respon Banjir
03 Jan 20, 12:11 WIB | Dilihat : 139
Buruk Akhlak Manusia Penyebab Air Murka
02 Jan 20, 14:54 WIB | Dilihat : 129
Siapa Mampu Lawan Rezim Angin
Selanjutnya
Humaniora
19 Jan 20, 12:54 WIB | Dilihat : 92
Chairul Montir Terbang dari Pinrang
15 Jan 20, 12:30 WIB | Dilihat : 175
Cinta adalah Kedalaman Nurani
13 Jan 20, 16:27 WIB | Dilihat : 250
Civitas Akademika ITB Jangan Berhenti Menebar Inovasi
12 Des 19, 14:29 WIB | Dilihat : 158
Harmoni
Selanjutnya