Senja dan Siklus Kehidupan

| dilihat 573

SENJA turun. Malam ganti bergulir hingga fajar tiba dan pagi mengisi hari-hari baru. Begitulah fenomena alam yang terus bergerak tanpa henti. Semua itu bergerak sebagai hukum alam, sunnatullah yang tak bisa diatur dan dikendalikan manusia.

Semua itu kemudian menjadi tanda-tanda kehidupan, ketika ilmu pengetahuan teknologi ‘membaca’-nya dengan ilmu astronomi dan astrologi. Kemudian isyarat pergantian waktu dijadikan sebagai momen untuk menentukan berbagai etape perjalanan hidup manusia.

Fenomena alam dijadikan sebagai penanda mulai dan berakhirnya proses ibadah pada bulan tertentu. Juga menjadi penanda berakhir dan mulainya hari baru di bulan baru dan tahun baru.

Lepas dari semua itu, yang pasti adalah fenomena senja dan malam, dan begitu seterusnya perguliran waktu, merupakan isyarat bahwa kehidupan terus bergerak dan “gusti ora sare.”

Dan kehidupan manusia dalam berbagai lapangan kehidupan, termasuk politik selalu ganti berganti.  Karena pasti akan ada yang turun dan naik, meskipun beragam cara dipakai manusia untuk naik dan turun. Padahal, Allah jua yang menaikkan dan menurunkan siapa saja dari kursi kekuasaan, sekaligus membesarkan dan mengecilkan, serta menghidupkan dan mematikan manusia, ciptaan-Nya.

Karenanya dalam mengikuti irama fenomena alam, yang mesti dilakukan adalah selalu mensyukuri nikmat yang Dia berikan. Nikmat Allah manalagi yang hendak didustakan?

Cara terbaik bersyukur adalah memelihara semesta, memelihara ciptaan-Nya. | Bang Sem

 
Seni & Hiburan
19 Jun 18, 15:10 WIB | Dilihat : 180
Gegauan Sate Buntel
30 Mei 18, 14:38 WIB | Dilihat : 2547
Puisi Puisi Ramadan Gus Nas
22 Mei 18, 20:46 WIB | Dilihat : 4695
Tangis di Malam Ramadan
05 Mei 18, 09:33 WIB | Dilihat : 2260
Botol Susu di kamar Tidurku
Selanjutnya
Budaya
20 Mei 18, 22:08 WIB | Dilihat : 4462
Abah Iwan Dian Tak Pernah Padam
04 Apr 18, 14:35 WIB | Dilihat : 3320
Budaya Tanding dari Wine ke Bir Pletok
06 Mar 18, 09:59 WIB | Dilihat : 1678
Jangan Sembarangan Nyomot Betawi
Selanjutnya