Salju Terhampar di Kyoto

| dilihat 199

MUSIM dingin baru terasa di Kansei Prefecture, yang antara lain meliputi Osaka, Kyoto dan beberapa kota di sekitarnya bersamaan masuknya bulan Desember. Namun beberapa tahun belakangan, akibat perubahan musim yang nyaris tak terprediksi seperti dulu, musim dingin terasa antara Desember – Maret.

Pada empat bulan itu, salju turun dan ‘memutihkan’ wilayah perbukitan dan lingkungan pedesaan yang dilintasi Shinkansen. Tak seluruh wilayah dikepung salju tebal, di beberapa daerah, sejak terjadi perubahan iklim, salju tak lama lekat. Beberapa jam saja sudah meleleh.

Kendati demikian, beberapa wilayah pedesaan, perladangan, termasuk kawasan industri. Salju lebih lama mendekap tanah di wilayah pegunungan dan perbukitan yang mengelilingi kota, seperti di Kitayama, Atago-san dan Hiei-zan yang selalu tertutup salju selama berminggu-minggu.

Kendati demikian, aktivitas masyarakat di kota masih berlangsung seperti biasa, kecuali aktivitas di perladangan dan di pesawahan.  

Biasanya pada musim dingin, ketika salju menimbum tanah, para pelancong dan masyarakat setempat pergi ke kuil Zen. Di sini, pelancong dan siapa saja, bisa meraup kerikil salju di taman kuil.

Sebagian orang pergi bermain salju ke Tofuku-ji Temple, Daitoku-ji Temple (dan beberapa mini tample di sekelilingnya), Ginkaku-ji Temple dan Kuil Nanzen-ji.

Salju lebih lama melekat di pegunungan Kitayama Mountains. Bila kita naik Shinkansen jurusan Osaka – Kyoto atau kereta biasa Eizan-Dentetsu ke desa Kurama, kita akan menyaksikan salju terhampar luas di mana-mana.

Siapa saja yang mengenakan sepatu ice hiking, bisa berjalan kaki melalui salju menuju ke Dusun Kibune atau perkampungan lain. Lalu bercengkerama dengan penduduk yang memilih diam di dalam rumah, sambil menikmati shake. Selain itu, pelancong atau siapa saja, bisa pergi ke Ugenta Ryokan, terletak di Kibune, yang bisa ditempuh 45 menit perjalanan dari pusat Kyoto.

Di tempat itu, siapa saja bisa bersunyi-sunyi atau menghabiskan liburan romantis, memelihara cintanya, sambil duduk di berbagai sudut yang dikelilingi pepohonan yang tertutup salju.  

Boleh juga pergi mengunjungi pasar Kobo-san, salah satu dari dua pasar terbaik di kota. Pasar yang mengabadikan nama penyai Kanshei abad ke 9, Sugawara ada Michizane. Di musim begini, menikmati nasi Kanshei yang pulen dan hidangan khas musim dingin, akan menjadi kenangan tersendiri...  Di musim seperti ini, di Osaka masih banyak tempat yang tak lekat dihujani Salju. Bahkan masih ada gadis Jepun yang bisa menikmati ice cream.. Hmmmh... | Bang Sem

 
Budaya
11 Des 17, 13:07 WIB | Dilihat : 151
Museum MACAN Katarsis Menyegarkan Bagi Jakarta
17 Nov 17, 06:56 WIB | Dilihat : 533
Masjid Raya Al Mashun Sisa Digjaya Kesultanan Deli
21 Okt 17, 09:27 WIB | Dilihat : 1131
Ruh Budaya Betawi dalam Lukisan Sarnadi Adam
06 Okt 17, 17:21 WIB | Dilihat : 1529
Choreopainting Revki dan Daya Magis Biola
Selanjutnya
Humaniora
08 Des 17, 21:57 WIB | Dilihat : 199
Mufakat
25 Nov 17, 18:59 WIB | Dilihat : 615
Bu Aisyah Guru dan Ibu Kami
23 Nov 17, 20:26 WIB | Dilihat : 327
Mengintip Mappasitinaja di Munas KAHMI dan FORHATI
17 Nov 17, 08:48 WIB | Dilihat : 605
DOA ISTERI
Selanjutnya