Salju Terhampar di Kyoto

| dilihat 133

MUSIM dingin baru terasa di Kansei Prefecture, yang antara lain meliputi Osaka, Kyoto dan beberapa kota di sekitarnya bersamaan masuknya bulan Desember. Namun beberapa tahun belakangan, akibat perubahan musim yang nyaris tak terprediksi seperti dulu, musim dingin terasa antara Desember – Maret.

Pada empat bulan itu, salju turun dan ‘memutihkan’ wilayah perbukitan dan lingkungan pedesaan yang dilintasi Shinkansen. Tak seluruh wilayah dikepung salju tebal, di beberapa daerah, sejak terjadi perubahan iklim, salju tak lama lekat. Beberapa jam saja sudah meleleh.

Kendati demikian, beberapa wilayah pedesaan, perladangan, termasuk kawasan industri. Salju lebih lama mendekap tanah di wilayah pegunungan dan perbukitan yang mengelilingi kota, seperti di Kitayama, Atago-san dan Hiei-zan yang selalu tertutup salju selama berminggu-minggu.

Kendati demikian, aktivitas masyarakat di kota masih berlangsung seperti biasa, kecuali aktivitas di perladangan dan di pesawahan.  

Biasanya pada musim dingin, ketika salju menimbum tanah, para pelancong dan masyarakat setempat pergi ke kuil Zen. Di sini, pelancong dan siapa saja, bisa meraup kerikil salju di taman kuil.

Sebagian orang pergi bermain salju ke Tofuku-ji Temple, Daitoku-ji Temple (dan beberapa mini tample di sekelilingnya), Ginkaku-ji Temple dan Kuil Nanzen-ji.

Salju lebih lama melekat di pegunungan Kitayama Mountains. Bila kita naik Shinkansen jurusan Osaka – Kyoto atau kereta biasa Eizan-Dentetsu ke desa Kurama, kita akan menyaksikan salju terhampar luas di mana-mana.

Siapa saja yang mengenakan sepatu ice hiking, bisa berjalan kaki melalui salju menuju ke Dusun Kibune atau perkampungan lain. Lalu bercengkerama dengan penduduk yang memilih diam di dalam rumah, sambil menikmati shake. Selain itu, pelancong atau siapa saja, bisa pergi ke Ugenta Ryokan, terletak di Kibune, yang bisa ditempuh 45 menit perjalanan dari pusat Kyoto.

Di tempat itu, siapa saja bisa bersunyi-sunyi atau menghabiskan liburan romantis, memelihara cintanya, sambil duduk di berbagai sudut yang dikelilingi pepohonan yang tertutup salju.  

Boleh juga pergi mengunjungi pasar Kobo-san, salah satu dari dua pasar terbaik di kota. Pasar yang mengabadikan nama penyai Kanshei abad ke 9, Sugawara ada Michizane. Di musim begini, menikmati nasi Kanshei yang pulen dan hidangan khas musim dingin, akan menjadi kenangan tersendiri...  Di musim seperti ini, di Osaka masih banyak tempat yang tak lekat dihujani Salju. Bahkan masih ada gadis Jepun yang bisa menikmati ice cream.. Hmmmh... | Bang Sem

 
Budaya
06 Okt 17, 17:21 WIB | Dilihat : 1250
Choreopainting Revki dan Daya Magis Biola
13 Jan 17, 23:30 WIB | Dilihat : 151
Diplomasi Lewat Seni Budaya
01 Jan 17, 18:24 WIB | Dilihat : 277
Jembatan Bentang Budaya
20 Des 16, 23:56 WIB | Dilihat : 662
Merajut Budaya Indonesia-New Zealand di Auckland
Selanjutnya
Seni & Hiburan
31 Des 16, 10:27 WIB | Dilihat : 392
Tan Sri SM Salim Johan Musik Melayu
05 Des 16, 16:14 WIB | Dilihat : 613
Sabdo Pandito Rakjat, Memotret Kegaduhan Bangsa
25 Nov 16, 22:15 WIB | Dilihat : 428
Sting Menebar Pesan Damai di Bataclan
17 Nov 16, 12:59 WIB | Dilihat : 840
Dedikasi Jackie Chan Berbuah Oscar
Selanjutnya