Jokowi : Nanti di Lapangan

Kopassus Bantu Korban Longsor Jemblung

| dilihat 1421

BANJARNEGARA, AKARPADINEWS.COM. 35 orang anggota Kopassus TNI AD yang dikirim untuk membantu korban longsor di Banjarnegara sudah tiba di lokasi: Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, dan sudah beraksi mencari para korban, Minggu: 14/12/2014. Mereka dikirim dari markasnya di Kartasura – Surakarta.

Pasukan yang -- menurut Mayor Inf Munir – Kasie Penerangan dan Media Kopassus -- dipimpin Mayor Inf Wahyu Yuniartoto - Dandenma Grup 2 Kopassus, itu tiba dengan 10 unit kendaraan. Meliputi 5 truk NPS, 1 truk Hino, 1 Hagglun, 1 defender Komob, 1 defender, 4 sepeda motor trail dan 1 ambulance.

Oleh Komandan Grup 2 Kopassus, Kolonel Inf Richard Tampubolon, para anggota Kopassus yang dikirim ke lokasi bencana, itu  diminta selalu siap dan tanggap membantu di lokasi bencana. Sekaligus bertindak memberikan solusi untuk warga.

Selama ini, Kopassus memang biasa terjun ke lokasi bencana di berbagai wilayah Indonesia. Kopassus bertindak sigap dan menjadi bagian dari upaya penyelamatan korban, dan di banyak kasus bencana alam, juga terlibat dalam aksi rehabilitas. Sebagai pasukan khusus, Kopassus memang terbiasa bertindak memberi solusi untuk membantu masyarakat mengatasi keadaan.

Anggota Kopassus itu akan berada di lokasi sampai seluruh proses pencarian dan penanggulangan korban longsor di Jemblung berakhir dan dinyatakan selesai. Mereka, agaknya akan memerlukan waktu cukup lama di sana. Terutama, karena selama beberapa hari ke depan, diperkirakan oleh BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) potensi curah hujan di daerah lokasi bencana tanah longsor, masih cukup tinggi. Selain itu, upaya membuka kembali jalur lintas di lokasi bencana, menurut Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Basuki, memakan waktu sepekan lebih.

Di Wilayah Banjarnegara, menurut analisis BPPT, selama sepuluh hari ke depan masih mungkin terjadi hujan lebat, yang mungkin akan mengakibatkan longsor. Karenanya, warga yang tinggal di daerah tebing-tebing, diimbau untuk segera mengungsi, sampai keadaan normal.

Peneliti Bidang Hidrologi dan Lingkungan BPPT Jakarta, Sutrisno menerangkan, wilayah Banjarnegara hampir setiap hari diguyur hujang ringan hingga lebat mulai dari pertengahan November hingga 11 Desember 2014. Air hujan ini akan jatuh ke permukaan tanah sedemikian rupa sehingga bisa berakibat tanah longsor, seperti yang terjadi di Jemblung.

Infiltrasi air hujan, menurut Sutrisno, terlalu tinggi dan aliran permukaan yang tidak tertata dengan baik dan dalam kondisi topografi atau tekstur tanah tertentu akan mudah mengakibatkan longsor. BPPT mencatat, curah hujan di Banjarnegara mulai kentara naik sejak 5 Desember. Pada 25 November, curah hujan hampir mencapai 90 milimeter. Pada 11 Desem‎ber, curah hujan mencapai 70 milimeter. Pada pertengahan Desember ini, curah hujan diprediksi berada di kisaran 15‎ milimeter hingga lebih dari 35 milimeter. Hujan seperti ini bakal terus terjadi hingga akhir Desember.

Di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Alam (BNPB), seluruh proses pencarian korban tanah longsor di Jemblung, masih terus berlangsung. Diperkirakan, tak kurang dari 80-an orang yang hilang akibat tertimbun longsoran tersebut, termasuk lima orang yang sedang berlalu dalam kendaraan dari arah Pekalongan ke Banjarnegara.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Presiden Jokowi sudah berada di lokasi, beserta Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang sibuk mengurus jadup (jaminan hidup) berupa dapur umum dan bantuan dapur serta sumber bahan pangan sementara untuk sekitar 50-an kepala keluarga (KK) yang tertimbun dan lebih 577 orang yang ditampung di beberapa tempat di sekitar Karangkobar.

Sebelum berangkat ke lokasi bersama isterinya, di Halim Perdanakusumah, menjawab pertanyaan wartawan tentang aksi yang akan dilakukannya, Jokowi menjawab singkat, “Nanti sesudah di lapangan.”| noora

 

 

Editor : Web Administrator
 
Energi & Tambang
Humaniora
22 Mei 19, 20:55 WIB | Dilihat : 30
Mengenang Perang Badr 17 Ramadan 02 Hijriah
18 Mei 19, 20:34 WIB | Dilihat : 182
Kejujuran Pergi Menjemput Petaka
06 Mei 19, 14:58 WIB | Dilihat : 387
Jujur itu Mulia, Curang itu Hina
Selanjutnya