Anugerah Jurnalistik Pertamina 2019 Menanti Karya Terbaik Jurnalis

| dilihat 826

Jakarta, 12 Oktober 2019 | Anugerah Jurnalistk Pertamina (AJP) telah mengantarkan Muqorobin, jurnalis RRI Purwokerto untuk studi di University of the Arts London, Inggris. Ia bersama tim RRI Purwokerto berhasil menyabet penghargaan Best of The Best pada AJP 2018 dengan karyanya  "Pelita di Belantara Mangrove".

Karya yang berkisah tentang kehidupan kampung Kincir Angin, Cilacap yang mendapat penerangan tenaga surya berkat Program CSR Pertamina ini, telah mengantarkan Muqorobin untuk kursus singkat di London, Inggris pada 22 September – 2 Oktober 2019. 

“Saya tidak menyangka, dengan AJP bisa merasakan belajar di London, salah satu kota terdingin di Eropa. Di sana saya belajar mendalami strategi penulisan blog dan pengelolaan trafik di website sehingga diharapkan bisa diterapkan pada website RRI yang diharapkan berdampak sebagai media rujukan utama di Indonesia, seperti media publik lainya di negara maju, diantaranya BBC,” ujar Muqorobin.

Sebagai salah satu lembaga pendidikan di Pusat Kota London, lanjut Muqorobin, berbagai fasilitas dan instruktur sangat mendukung untuk belajar. 

“Sistem pengajaran juga sangat berkualitas, lebih ditekankan pada diskusi dan pencarian masalah bersama dengan sistem diskusi,” imbuh Muqorobin.    

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan, Pertamina kembali membuka peluang para jurnalis untuk bisa studi di luar negeri melalui AJP 2019. 

“Pertamina menanti karya terbaik dari para jurnalis Indonesia, baik cetak, online maupun elektronik.  Pertamina membuka pendaftaran karya jurnalistik dengan tema utama “Move On” hingga 15 November 2019,” terang Fajriyah. 

AJP 2019, lanjut Fajriyah, merupakan apresiasi Pertamina kepada karya jurnalis terbaik yang telah terpublikasi di media massa dan atau media sosial umum selama satu tahun sejak 1 November 2018 hingga 15 November 2019. 

“Jurnalis adalah mitra strategis Pertamina dalam pengembangan bisnis dan sekaligus mengedukasi publik dengan berbagai produk-produk unggulan Pertamina. Karya jurnalistik dalam setahun akan dinilai dan diberikan apresiasi, termasuk kursus singkat di luar negeri, agar para jurnalis bisa terus meningkatkan kualitas karyanya,” imbuh Fajriyah. 

Fajriyah menambahkan, seperti tahun sebelumnya, AJP 2019 dibagi dalam 10 kategori yakni  Hardnews Media Cetak, Features Media Cetak, Features Media Online/Siber, Features Radio, Features Televisi, Foto Essay, Foto Pilihan Juri, Publikasi Olahraga, Publikasi CSR dan Best of The Best. 

“Tahun 2019, Pertamina juga menyiapkan penghargaan khusus bagi para insan pers yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dan produktif dalam berkarya,” imbuh Fajriyah. 

Setiap jurnalis, boleh mengirimkan karya sebanyak-banyaknya, sepanjang karyanya asli bukan plagiat dan telah terpublikasi di media massa.  Karya juga boleh dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. 

Karya AJP bisa dikirim melalui email pcc@pertamina.com atau melalui pos ditujukan kepada Panitia Anugerah Jurnalistik Pertamina 2019, Kantor Pusat PT Pertamina (Persero), Bagian Media Communication, Jl. Merdeka Timur No. 1A Gedung Perwira 2, Jakarta Pusat 10110 dengan melampirkan fotokopi Kartu Pers dan KTP/SIM serta batas waktu pendaftaran 15 November 2019 (Cap Pos).

Informasi lengkap tentang AJP 2019 bisa mengakses situs https://pertamina.com/id/ajp2019 atau akun resmi Pertamina di sosial media @pertamina baik Twitter, Facebook, Instagram, Youtube serta Linkedin, bisa juga menghubungi Pertamina Contact Center 1500000.** | pertanews

Editor : Web Administrator | Sumber : Pertamina
 
Humaniora
13 Nov 19, 10:15 WIB | Dilihat : 993
Masjid Apung di Tengah Aksi Transformasi Ancol
11 Nov 19, 14:53 WIB | Dilihat : 1016
Mimpi Karyawan di Sebalik Pembangunan Masjid Apung Ancol
04 Nov 19, 15:57 WIB | Dilihat : 989
Amsal Ayam Jago dan Merpati dalam Pernikahan
01 Nov 19, 11:10 WIB | Dilihat : 577
Menyegarkan Komitmen di Tanakita
Selanjutnya
Sainstek
20 Nov 19, 13:05 WIB | Dilihat : 142
Rumah Ilmuwan Bukan di Menara Gading
08 Nov 19, 23:07 WIB | Dilihat : 1290
Kebijakan Perikanan Belum Berbasis Sains yang Utuh
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 464
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 898
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
Selanjutnya