Tak Ada PHK di Pertamina Retail

Transformasi Digital Total Pertamina

| dilihat 412

JAKARTA – Untuk memaksimalkan transformasi digital yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, Pertamina sepakat bekerja sama dengan salah satu perusahaan teknologi multinasional, Microsoft.

Disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Tohir, kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

Menurut Nicke, kerja sama ini sejalan dengan digital transformation initiative yang dicanangkan oleh Pertamina tahun ini dan sejalan dengan ICT roadmap yang sudah dicantumkan di dalam RJPP 2020-2024.

"Ada empat hal yang menjadi fokus kerja sama ini. Pertama, kita akan melakukan asset integration management. Jadi pendataan aset kita dari hulu ke hilir akan diintegrasikan. Contoh, di hulu kita memiliki 61 WK yang beroperasi, tentu ini ribuan sumur. Nah kita akan coba integrasikan dengan Internet of Things (IoT) agar setiap aset hulu terpantau sehingga bisa memonitor kegiatan operasional di lapangan secara terintegrasi," jelasnya.

Nicke juga mencontohkan transformasi digital di pengolahan dan pendistribusian. "Kita integrasikan transformasi digital di kilang dengan satu data yang sama dan preventive maintenance sehingga produksinya bisa meningkat. Demikian juga dengan infrastruktur hilir, seperti di Shipping sehingga kita bisa memonitor pergerakan kapal. Kita bisa meminimalkan antrian yang terjadi dan memaksimalkan  pengiriman tepat waktu," tambahnya.

Fokus kedua ialah tentang digitalisasi transformasi organisasi Pertamina sebagai perusahaan. “Bersama Microsoft, kita akan mendigitalisasi proses bisnis di dalam organisasi. Jadi kita akan menerapkan data center initiate dan modernisasi aplikasi yang semuanya akan dirangkum dalam big data yang akan mempermudah manajemen dalam mengambil keputusan," terang Nicke.

Ketiga, Pertamina bersama Microsoft akan meningkatkan keahlian dan budaya kerja sehingga terbentuk digital culture dan upskilling.

Keempat, Microsoft sepakat akan membuatkan cloud khusus untuk Pertamina Group. "Dalam hal ini, Microsoft bekerja sama dengan banyak perusahaan. Jadi memungkinkan bagi Pertamina untuk bisa masuk ke global market place," jelasnya.

Nicke berharap, sebelum MOU berjangka waktu satu tahun ini selesai, Pertamina sudah memiliki roadmap untuk implementasi dan kolaborasinya. “Saya juga berharap kerja sama ini akan meningkatkan seluruh kinerja Pertamina yang akan menambah revenue dan meningkatkan efisiensi sehingga pelayanan kepada konsumen semakin bagus,” ucapnya. 

Tanpa PHK di Sektor Retail

Di tengah pandemi wabah COVID-19 secara global, perlambatan ekonomi mulai terjadi. Beberapa perusahaan di Indonesia terpaksa memutuskan hubungan kerja kepada karyawannya. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Company Owned Company Operated (SPBU COCO) Pertamina.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Keuangan PT Pertamina Retail Azwani usai menyerahkan paket sembako untuk 3.000 operator di SPBU COCO Kuningan, Jakarta, Rabu (8/4).

"Sebagai anak perusahaan Pertamina yang diamanatkan mengelola SPBU COCO di seluruh Indonesia, tim manajemen PT Pertamina Retail belum berpikir untuk me-lay off (PHK) pegawai. Semoga tidak terjadi hingga berakhirnya pandemi COVID-19. Kita perlu mencari cara kreatif supaya pendapatan tetap terjaga. Efisiensi dilakukan agar perusahaan mencetak laba tanpa mengurangi pekerja," jelas Azwani.

Menurutnya, perusahaan akan melakukan berbagai upaya agar bisnis tetap berjalan tanpa mengurangi pekerja, termasuk operator SPBU.

Ia berpesan kepada operator supaya tetap semangat dalam bekerja. Setelah wabah ini selesai, semua sama-sama bangkit dan meningkatkan performa bisnis agar lebih baik lagi.

OWNJ Tetap Beroperasi

“Teman-teman operator sebagai garda terdepan PT Pertamina Retail harus tetap semangat serta tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama bekerja. Insyaaallah kita bisa lalui ini dengan baik. Setelah ini, kita akan bangkit bersama dan meningkatkan performa bisnis lebih baik lagi. Tunjukkan kontribusi maksimal kita kepada masyarakat,” tutupnya. 

Meski dalam kondisi pandemi COVID-19,  kegiatan operasional PT Pertamina Hulu Energi Offshore  North West Java (PHE OWNJ)  di lapangan tetap berjalan dengan baik.

“Kegiatan kami tetap berjalan seperti sebelumnya. Tentu ada penyesuaian sistem kerja untuk menghadapi pandemi COVID-19, seperti pergantian pekerja yang bertugas di lapangan yang biasanya berlangsung setiap 12 hari sekali, kami perpanjang menjadi 28 hari sekali, “ ujar Cosmas Supriatna, GM PHE ONWJ.

Cosmas menambahkan, hal ini dilakukan sebagai antisipasi untuk mengurangi mobilitas pekerja saat pergantian pekerja di lapangan sehingga penularan virus dapat diminimalisasi. Upaya lainnya berupa pengecekan kesehatan pekerja saat pergantian pekerja untuk memastikan mereka dalam kondisi sehat sebelum memasuki lokasi kerja.

Saat ini PHE ONWJ mengelola 11 flow station offshore, satu rig pengeboran, dua lift barge well service dan lima lapangan onshore. Dalam kondisi normal, aktivitas operasional didukung sekitar 1.200 pekerja. "Saat ini kami kurangi menjadi sekitar 970 pekerja sebagai upaya menerapkan physical distancing di tempat kerja," jelas Cosmas.

PHE ONWJ juga melakukan sterilisasi  kapal Crew-Change dengan menggunakan disinfektan dan para pekerja harus memakai masker secara konsisten.  "Untuk pengiriman barang-barang penunjang operasi maupun stok makanan, dipastikan tetap berjalan dengan baik dan dalam keadaan bersih sesuai standar food safety," jelasnya.

Hingga saat ini, target produksi PHE ONWJ masih  sesuai dengan RKAP dan terus berupaya memenuhi target APBN meskipun lebih besar dari target RKAP yang diajukan. Baru-baru ini PHE ONWJ melakukan pengeboran sumur FK-1 dengan hasil yang cukup positif.

“Bekerja dalam kondisi seperti ini tentu tidak mudah dan berisiko tinggi. Namun ini adalah tanggung jawab kami demi ketahanan energi negeri,” pungkasnya. | petra

Editor : Web Administrator | Sumber : Pertamina
 
Budaya
20 Jul 20, 00:16 WIB | Dilihat : 273
Dimensi Kata di Tangan Sapardi Djoko Damono
06 Jul 20, 09:30 WIB | Dilihat : 389
Puisi, Pandemi dan Kisruh Logika Publik
Selanjutnya
Seni & Hiburan
25 Jul 20, 17:36 WIB | Dilihat : 386
Butong Tak Bisa Pisah dengan Akordeon
22 Mei 20, 05:26 WIB | Dilihat : 799
Refleksi Lagu Kanyaah Indung Bapak
19 Mei 20, 09:55 WIB | Dilihat : 644
Selamat Jalan Alex Aman Chalik
18 Mei 20, 05:02 WIB | Dilihat : 296
Pandemi dan Ramadan dalam Puisi Gus Nas
Selanjutnya