Imagineering

Sistem dan Keunggulan

| dilihat 2004
GERIMIS basah turun, membasahi kawasan Damansara, Kuala Lumpur. Di sebuah kafé, saya berbincang dengan beberapa sobat. Omong-omong jelang senja, ihwal keunggulan antar fungsi dalam manajemen, untuk membangun kekuatan bisnis, yang juga unggul.
 
Dari sudut pandang imagineering, pengelolaan keunggulan antar fungsi dalam manajemen, terkait erat dengan arsitektur bisnis yang dikehendaki.  
 
Sentra keunggulannya terletak pada pemikiran dasar sistem bisnis yang hendak dianut, sesuai dengan desain. Serta, berorientasi kepada pertumbuhan yang hendak dicapai.
 
Setidaknya, ada empat faktor penting yang memengaruhi berlangsungnya penguatan antar fungsi keunggulan dalam perusahaan. 
 
Pertama: Kemampuan menciptakan kebersamaan seluruh personel, menjadi sumberdaya yang diandalkan sebagai penggerak utama membangun bisnis perusahaan. Faktor ini menjadi sangat utama, karena keunggulan yang bergerak secara sendiri-sendiri, tidak mempunyai kekuatan yang dahsyat. Keunggulannya sesuatu fungsi, akan berkurang artinya, bila tidak didukung oleh kekuatan setara di fungsi-fungsi lain. 
 
Kedua: Kemampuan menciptakan sinergi antar fungsi. Suatu integralitas (tata pikir, sikap, dan tindakan) yang terfokus kepada, bagaimana masing-masing fungsi dalam perusahaan memberikan kontribusi sesuai dengan keunggulannya masing-masing. Dalam konteks sinergi, masing-masing fungsi berkewajiban memberikan keunggulan yang dimilikinya, untuk menguatkan fungsi lain. Bukan sekadar memadukan masing-masing keunggulan yang dimilikinya.
 
Ketiga: Tersedianya desain model bisnis yang dirumuskan bersama, sebagai kekuatan utama dalam memenangkan kompetisi. Karena itu, imagineering mensyaratkan pentingnya movie dalam keseluruhan strategi bisnisnya. Tidak terpaku pada sekadar ‘bagaimana memenangkan’, melainkan ‘bagaimana bisa menang’.
Keempat: Kemampuan membangun sikap dan tataminda, serta karakter masing-masing personel dalam fungsi, untuk mewujudkan seluruh rencana kerjanya dalam aksi. Kemampuan inilah yang kelak, akan menjadi penggerak dalam merumuskan dan melaksanakan sistem yang melandasi keseluruhan bisnis perusahaan.
 
Sistem vs Pembunuh Visi
 
Perusahaan yang ingin maju dan berkembang dengan baik, mesti mempunyai komitmen kolektif untuk menempatkan sistem sebagai pendorong inovasi, pengembang strategi pertumbuhan, pembentuk keseimbangan, panduan proses sinergi, pemberdaya karyawan, dan akhirnya menjadi jalan utama dalam membentuk organisasi jawara.
 
Sebagai pendorong inovasi, sistem manajemen mesti merupakan hamparan ‘ladang kreativitas’ untuk menjadi kekuatan inovasi. Dalam konteks ini, personel kreatif tak boleh terkurung oleh jejaring birokrasi yang ribet dan cara berfikir manajer yang njelimet. Para manajer yang sibuk dengan keribetan birokrasi dan njelimet dalam berfikir, tak boleh ambil bagian. Karena mereka, bisa menjadi ‘pembunuh visi’.
 
Sebagai pengembang strategi pertumbuhan, sistem mesti menjadi motor penggerak manajemen dalam menyikapi perubahan, mulai dari perubahan tataminda, sikap dan tindakan dalam menyikapi dinamika di lingkungan industrinya. Dengan demikian, maka sistem akan menjadi penyeimbang dinamika atau harmonizer antar fungsi. Bila hal ini tercapai, sistem akan sungguh menjadi panduan proses sinergi antar fungsi. Karena itu, sistem juga harus menjadi koridor luas, yang memungkinkan karyawan berkembang menjadi pemimpin. Bukan sekadar menjadi manajer, apalagi kepala. Bila hal ini bisa dilakoni dengan seksama, insyaallah, perusahaan akan sungguh menjadi organisasi jawara. Tahan banting, dan tak takut dengan perubahan storm und drang. Mau? |
 
Editor : sem haesy
 
Ekonomi & Bisnis
14 Jan 20, 20:51 WIB | Dilihat : 215
Epos Perubahan Berbasis Modal Insan
14 Jan 20, 13:20 WIB | Dilihat : 151
Produktivitas Tak Lepas dari Iptek dan Manusia
06 Jan 20, 11:46 WIB | Dilihat : 186
Menggambar Gajah Membayangkan Ular
03 Jan 20, 21:48 WIB | Dilihat : 99
Langkah Awal Transformasi
Selanjutnya
Seni & Hiburan
10 Jan 20, 11:34 WIB | Dilihat : 375
Kesenian Menghaluskan Akal Budi
05 Jan 20, 00:26 WIB | Dilihat : 236
Mengenang Gugum Gumbira Sang Maestro dan Inspirator
03 Jan 20, 20:35 WIB | Dilihat : 151
Membuka Topeng Via Lenggok Kepayang Risyani
24 Nov 19, 14:03 WIB | Dilihat : 684
Puisi Novita dan Kefasihan Agustian Jelma Distraksi
Selanjutnya