Sanksi Tegas Maskapai Bermasalah

| dilihat 1913

AKARPADINEWS.COM | KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) membekukan sementara izin operasi jasa pelayanan penumpang dan barang di sisi darat (ground handling) Maskapai Penerbangan Lion Air, khusus di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Sanksi itu diberikan lantaran diketahui penerbangan internasional Lion Air JT 0161 yang melayani penerbangan Singapura ke Bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 10 Mei 2016, lolos dari pemeriksaan Imigrasi & Bea Cukai.

Petugas ground handling Lion Air rupanya mengeluarkan penumpang penerbangan internasional melalui terminal kedatangan domestik di Terminal 1. Seharusnya, seluruh penumpang itu diantar ke Terminal 2, tempat kedatangan penerbangan internasional.

Pelanggaran prosedur itu, tidak hanya menghambat proses clearance yang dilalui layaknya penerbangan internasional. Namun juga mengancam keselamatan penerbangan dan keamanan negara.

Tudingan itu bukan tanpa alasan. Karena, tanpa adanya pengawasan, penumpang, baik warga negara asing maupun warga negara Indonesia, menjadi tidak terdeteksi identitasnya.

Belum lagi barang bawaan penumpang yang dapat dengan bebas masuk ke Indonesia tanpa diawasi Bea Cukai. Bukan mustahil, barang-barang berbahaya dan barang terlarang seperti narkoba dari luar negeri, menyusup ke Indonesia.

Karenanya, merupakan langkah tepat jika Kemenhub menjatuhkan sanksi tegas terhadap Lion Air. Maskapai tidak bisa begitu saja menurunkan penumpang pesawat, apalagi dari penerbangan internasional, layaknya menurunkan penumpang bus di terminal, tanpa ada prosedur yang harus dilalui selanjutnya.

Terkait insiden tersebut, instansi terkait, mulai dari Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II, Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina di Bandara Soekarno-Hatta memutuskan untuk melakukan investigasi secara menyeluruh.

Insiden itu mencerminkan buruknya manajemen Lion Air dan pengelolaan bandara. Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Suprasetyo di Jakarta, Kamis (19/5), menegaskan, izin ground handling Lion Air bisa saja dicabut karena bukan hanya mengancam keselamatan penerbangan.

Namun juga membahayakan keselamatan nasional. "Sebetulnya sudah bisa dicabut karena membahayakan keselamatan internasional dan keamanan negara," ujarnya. Karenanya, pihak Otoritas Bandara Wilayah I Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kementerian Perhubungan juga bakal melakukan investigasi menyeluruh terkait pelanggaran yang dilakukan Lion Air itu.

Kepada pers, Sabtu (21/5) itu, Kepala Otoritas Bandara Internasional Soekarno-Hatta Muzaffar Ismail mengatakan, investigasi akan dilakukan secara menyeluruh oleh Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina (CIQ) Kementerian Perhubungan, baik kepada pihak penyelenggara bandar udara dan Lion Air, termasuk ground handling.

Investigasi dilakukan guna mengetahui apakah ada unsur kesengajaan atau murni kesalahan prosedur. Muzaffar mempertanyakan PT Lion Air yang tidak segera melaporkan kejadian pada 10 Mei 2016 secara resmi kepada CIQ Kementerian Perhubungan. Seharusnya, segala kejadian yang menyangkut keselamatan, kemanan, dan pelayanan di badara, dilaporkan kepada pihak otoritas bandara.

Atas hukuman itu, Lion Air melawan. Maskapai itu menganggap pemberian sanksi tidak adil karena tidak mempertimbangkan kemampuan maskapai dalam mengganti personel ground handling yang diberi waktu selama lima hari sebelum pembekuan.

"Waktu lima hari adalah waktu yang tidak mungkin untuk memindahkan pelaksanaan ground handling di Bandara Soekarno-Hatta karena akan melibatkan kurang lebih 10 ribu orang pekerja," kata Direktur Umum Lion Air Edward Sirait. Karena itu, lanjut dia, pihaknya menempuh jalur hukum terhadap sanksi tersebut.

Melalui kuasa hukumnya, Harris Arthur Hedar, Lion Air juga melaporkan Suprasetyo ke Badan Reserse Kriminal Polri dengan dugaan tindak pidana penyelahgunaan wewenang dan melakukan atau tidak melakukan sesuatu sebagaimana dimaksud dalam pasal 421 dan 335 KUHP.

Kalangan netizen mendukung sanksi Kemenhub itu. Dalam petisi yang ditebar Hery Ramdhani yang didukung 50.133 orang itu, pemerintah diingatkan untuk tidak takut dengan ancaman Lion Air yang akan menghentikan operasional 93 rute penerbangan domestiknya selama 1 bulan.

Netizen setuju sanksi tegas layak dikenakan kepada Lion Air karena cara-cara yang dilakukan beresiko bagi keamanan negara seperti jika ada pelaku teroris dan gembong narkoba yang berhasil lolos dari pemeriksaan Imigrasi & Bea Cukai.

Ancaman yang Lion Air itu juga dinilai bentuk ultimatum terhadap pemerintah karena merasa Lion Air telah menguasai mayoritas pangsa pasar penerbangan domestik Indonesia. Ancaman Lion Air itu dinilai sebagai bentuk arogansi korporasi bisnis yang tidak taat hukum dan berniat melawan pemerintah.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga mendukung pembekuan sementara izin kegiatan pelayanan penumpang dan bagasi PT Lion Group dan PT Indonesia AirAsia di Bandara Soekarno-Hatta. Mengenai adanya upaya perlawanan yang dilakukan Lion Air, Fadli mempersilahkan menempuh jalur hukum.

"Tetapi, saya kira kesalahannya sudah jelas. Memang perlu ada sanksi terhadap maskapai tersebut. Saya kira apa yang dilakukan Kemenhub sudah tepat," ucap politisi Partai Gerindra itu.

Dia juga berharap masalah ini tak menyeret pada masalah lainnya, seperti persoalan pemutusan hubungan tenaga kerja. Pihak maskapai maupun pemerintah, lanjut Fadli sebaiknya mencari solusi terbaik.

"Ya ini kan risiko. Tetapi, tidak bisa sebuah aturan tidak ditegakkan karena diancam dengan persoalan yang tidak ada hubungannya sama sekali, termasuk persoalan tenaga kerja."

Anggota Komisi V DPR Fauzih Amri menyatakan, pihaknya akan memanggil Lion Air dan Kemenhub untuk membahas masalah ground handling, termasuk pemogokan pilot-pilot karena gaji tak dibayar, dan sebagainya.

Fauzih pun mendukung sanksi dari Kemenhub terhadap Lion Air agar memberikan efek jera. Menurut dia, yang paling pentingnya adalah memastikan keamanan penerbangan karena menyangkut keselamatan banyak orang.

Edward Sirait sebelumnya mengatakan, pihaknya telah menyampaikan surat pengajuan penghentian operasional 93 rute penerbangan domestik tersebut pada 16 Mei lalu ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Namun, dia berharap, tidak dikaitkan dengan sanksi yang ditetapkan pemerintah kepada Lion Air.  "Tetapi, karena memang low season (masa sepi) menjelang bulan Ramadhan," katanya. Masalahnya, rute-rute yang mengalami penundaan termasuk juga rute-rute sibuk.

Direktur Operasi Lion Air Daniel Putut menyebut, rute-rute yang terkena penundaan, antara lain: Jakarta-Makassar dan Jakarta-Kualanamu, sementara untuk rute internaional, meliputi rute Jakarta-Singapura dan Kualanamu-Penang. "Dari Jakarta-Kualanamu itu ada 19 frekuensi, itu salah satu yang kita kurangi," katanya.

Kemenhub sebelumnya juga telah memberikan surat teguran dan sanksi kepada Lion Air berupa tidak diberikannya izin rute baru selama enam bulan lantaran terjadinya keterlambatan penerbangan (delay) berulang kali serta pemogokan pilot Lion Air pada 10 Mei 2016.

Sanksi tegas patut dilakukan kepada maskapai yang tidak patuh terhadap peraturan. Karena, kelalaian sebuah maskapai dapat mengancam keselamatan penerbangan nasional, termasuk keamanan negara.

Ulah Lion Air juga mengakibatkan Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara internasional akan dikesankan oleh penumpang, khususnya warga asing, tidak menerapkan pengawasan yang ketat. Bandara seharusnya tidak hanya menjadi tempat transit manusia dari satu tempat ke tempat lain, atau sebaliknya. Naik turunnya penumpang pesawat tidak layaknya naik bis, kereta api, maupun kapal laut.

Bandara tidak sekadar menjadi landasan mendarat pesawat udara yang membawa naik turun penumpang, bongkar muat barang dan tempat pemindahan intra dan antarmoda transportasi semata. Namun, bandara internasional itu mencerminkan wajah bangsa. Perlu pengamanan bandara (airport security) yang sesuai standar internasional.

Pengamanan di bandara sangat penting karena bandara sangat rawan akan ancaman yang membahayakan penerbangan, baik berupa aksi pembajakan, terorisme, penyelundupan narkotika, dan sebagainya. Jika tindakan melawan hukum itu tidak diantisipasi, bukan hanya dapat menimbulkan korban jiwa, namun memunculkan kekawatiran dan ketakutan dari pengguna jasa transportasi udara sehingga berdampak merosotnya kepercayaan kepada dunia penerbangan nasional.

Dan, sebagai objek vital negara, maka Bandara Soekarno-Hatta, dan bandara-bandara lainnya, harus memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Karenanya, setiap manusia, termasuk barang yang keluar masuk bandara harus menjalani proses pemeriksaan (screening) yang ketat. Pihak maskapai, termasuk para penumpang juga harus taat prosedur.

Karena itu pula bandara dilengkapi pengawasan yang ketat. Tidak hanya melibatkan patroli petugas bandara atau aviation security (Avsec), namun juga disertai perimeter, CCTV, dan alat pendeteksi (metal detector), X-Ray, Walks Throught, dan sebagainya.

Jika pengawasan sangat longgar, maka dapat memudahkan pelaku kejahatan seperti teroris masuk ke bandara, termasuk menyusupnya barang-barang berbahaya dan terlarang seperti narkoba keluar dari bandara. Karenanya, penting bagi semua penumpang, termasuk barang yang dibawanya untuk diawasi.

Investigasi juga harus dilakukan kepada petugas bandara. Perlu dilakukan audit guna memastikan standar dan performance pengamanan penerbangan di bandara. Audit dilakukan dengan memeriksa kinerja petugas dan peralatan pendukung pengamanan bandara.

Insiden Lion Air itu menunjukan petugas pengaman bandara tidak melakukan pemeriksaan ketat guna mengantisipasi kesalahan prosedur dalam penerbangan yang dapat mengancam keselamatan penerbangan. Pelanggaran terhadap dunia penerbangan tidak boleh dibiarkan. Tidak boleh kompromi dengan pelanggaran sekecil apapun (zero tolerance). Pemerintah harus tegas!

M. Yamin Panca Setia

Editor : M. Yamin Panca Setia | Sumber : Antara
 
Polhukam
19 Okt 19, 10:03 WIB | Dilihat : 82
Obsesi Keindonesiaan
17 Okt 19, 20:45 WIB | Dilihat : 237
Langkah Anies Sudah Tepat dan Berprestasi
10 Okt 19, 12:06 WIB | Dilihat : 655
Buah Peluh Tanpa Keluh Bangsa Melayu
09 Okt 19, 09:40 WIB | Dilihat : 468
Utusan Melayu itu pun Akhirnya Ditalqinkan
Selanjutnya
Sporta
03 Sep 18, 12:41 WIB | Dilihat : 1503
Olahraga dan Pelukan Pemersatu
16 Jul 18, 10:16 WIB | Dilihat : 1199
Keajaiban dan Luah Gairah Kemenangan Perancis
15 Jul 18, 07:53 WIB | Dilihat : 1169
Perancis vs Kroasia Berebut Keajaiban Piala Dunia 2018
Selanjutnya