Produktivitas Tak Lepas dari Iptek dan Manusia

| dilihat 146

Muhammad Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden RI (2004-2009 dan 2014-2019) berbagi kiat, lewat orasinya saat menerima anugerah Doktor Honoris Causa dari Institut Teknologi Bandung (Senin, 13/1/20).

Di hadapan Sidang Senat ITB, sejumlah Guru Besar tamu, dan berbagai kalangan yang hadir menyaksikan penganugerahan di Aula Barat - Kampus ITB, Jalan Ganesha, itu putera Bugis ini mengemukakan sejumlah hal yang menjadi kiatnya menjalani kerja di lingkungan bisnis dan pemerintahan.

Hal itu disampaikannya, usai memaparkan enam pengalamannya dalam mengelola berbagai program aksi. JK menyatakan, begitu banyak pembelajaran yang dia dapatkan dari perjalanan panjang di dunia bisnis, dunia politik dan pemerintahan.

"Hampir kesemuanya secara langsung dan tidak langsung terkait dengan upaya meningkatkan produktivitas. Saya pun baru menyadari, bahwa ternyata slogan yang selalu saya ucapkan “Lebih Cepat Lebih Baik” adalah esensi produktivitas," katanya. (Baca : Civitas Akademika ITB Jangan Berhenti Menebar Inovasi )

Enam hikmah diperoleh JK.

Pertama, katanya, pentingnya keberanian dan ketegasan untuk memulai dan mengambil risiko.

"Tim yang handal tanpa keberanian untuk memulai tidak akan mampu mewujudkan rencana. Seperti mengayuh sepeda, kayuhan pertamalah yang paling berat, kayuhan berikutnya akan terasa lebih mudah. Sesuatu yang awalnya sulit, lama kelamaan akan menjadi ringan, karena manusia adalah mahluk pembelajar dan makluk yang cepat belajar," ungkapnya.

Cerita sukses garbarata, panser Anoa, konversi minyak tanah, pembangunan bandara, dan pembangunan PLTA, kata JK, tidak akan terjadi tanpa keberanian untuk memulai langkah pertama dan mengambil risiko.

Dalam konteks ini, keberanian dan ketegasan pemimpin dalam mengambil keputusan sangat diperlukan. Ketika sang nakoda sudah memutuskan maka kapal pun akan berlayar mencapai tujuan.

Kedua, ungkap JK, pentingnya kualitas sumberdaya manusia. "Di era yang cepat berubah ini, kita harus dapat menyesuaikan diri bahkan berusaha untuk ikut menjadi dirijen perubahan. Tetap di tempat atau berjalan lambat berarti tertinggal," tegasnya.

Inovasi untuk meningkatkan produktivitas tidak boleh berhenti, dan ini memerlukan sumber daya manusia yang mumpuni. Karena itulah, saya tidak pernah berhenti menyuarakan pentingnya kita memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.

Ketiga, menurut JK, pentingnya manajemen dan akumulasi knowledge. "Setiap proyek merupakan ajang pembelajaran bagi organisasi. Setiap tantangan dan halangan sesungguhnya adalah berkah, karena ia memaksa kita untuk berpikir dan berusaha keras hingga menyentuh batas kemampuan kita. Sayangnya, banyak institusi tidak mengelola pengalaman dan knowledge tersebut dengan baik," jelasnya.

Akumulasi pengetahuan melalui knowledge management yang handal perlu dilakukan, agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama, dan agar kita bisa terus memperbaiki cara kerja untuk mendongkrak produktivitas. Riset dan observasi yang dilakukan oleh para senior dan pendahulu harus disimpan dengan baik, untuk dijadikan pembelajaran bagi generasi selanjutnya. 

Keempat, ungkap JK, pentingnya peran entrepreneur. Sebenarnya ada begitu banyak bakat, otak cerdas, semangat dan keahlian disekitar kita. Sayangnya berbagai kemampuan tersebut seringkali berjalan sendiri-sendiri sehingga tidak berdampak bagi peningkatan produktivitas ekonomi. "Diperlukan entrepreneur yang mampu melihat peluang dan menggabungkan potensi-potensi tersebut untuk berkolaborasi," ungkap JK lagi.

Kendati demikian, JK mengemukakan, Indonesia tidak saja perlu lebih banyak entrepreneur, tetapi juga akademisi dan birokrat yang berjiwa entrepreneurial; yaitu akademisi dan birokrat yang memandang tantangan sebagai peluang dan berusaha mencari terobosan baru dengan tetap memperhitungkan risiko dan mencari solusi bagi setiap permasalahan. Keberadaan sosok-sosok seperti itulah yang akan menjadikan Indonesia lebih produktif di masa mendatang.

Kelima, ungkap JK, pentingnya peranan Perguruan Tinggi. "Produktivitas ataupun nilai tambah, tidak bisa lepas dari peran ilmu dan teknologi (iptek) yang keduanya didapat dari pendidikan dan riset di perguruan tinggi," kata JK menggarisbawahi.

Begitu pula dengan SDM yang berkualitas, mereka adalah produk perguruan tinggi dan pengalaman di lapangan; karenanya, perguruan tinggi berperan penting dalam peningkatan produktivitas nasional.

Keenam, jelas JK, pentingnya wisdom. Dia bercerita, Almarhum Haji Kalla, ayahnya, pada saat melimpahkan tanggung jawab untuk menjalankan perusahaan setelah krisis tahun 1967, berpesan agar perusahaan kami harus selalu mendatangkan manfaat bagi semua pihak; yaitu bagi masyarakat melalui produk yang bermanfaat, bagi pekerja melalui penghasilan yang berkah, bagi negara melalui pajak yang dibayarkan, dan baru kemudian bagi pemilik perusahaan melalui dividen yang dibagikan. Berbisnis harus dipandang sebagai ibadah, yaitu sebagai cara untuk berbagi rejeki, membantu sesama serta peluang membayar zakat dengan tepat.

Begitu juga dalam pemerintahan setiap kebijakan harus bermanfaat bagi seluruh masyarakat untuk kemakmuran yang adil, karena itulah tujuan kita bernegara.

"Dalam kata lain, Pemerintah dan  bisnis harus memberikan impak yang positif bagi sekeliling, apa pun bidangnya. Sukses kita harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sukses kita tidak diukur hanya dari seberapa hebat kita berkarya, tetapi lebih penting lagi adalah dari seberapa besar manfaat dari karya kita bagi sesama," jelas JK kemudian. | aghnina

Editor : bungsem
 
Seni & Hiburan
10 Jan 20, 11:34 WIB | Dilihat : 370
Kesenian Menghaluskan Akal Budi
05 Jan 20, 00:26 WIB | Dilihat : 233
Mengenang Gugum Gumbira Sang Maestro dan Inspirator
03 Jan 20, 20:35 WIB | Dilihat : 150
Membuka Topeng Via Lenggok Kepayang Risyani
24 Nov 19, 14:03 WIB | Dilihat : 681
Puisi Novita dan Kefasihan Agustian Jelma Distraksi
Selanjutnya
Ekonomi & Bisnis
14 Jan 20, 20:51 WIB | Dilihat : 196
Epos Perubahan Berbasis Modal Insan
14 Jan 20, 13:20 WIB | Dilihat : 147
Produktivitas Tak Lepas dari Iptek dan Manusia
06 Jan 20, 11:46 WIB | Dilihat : 184
Menggambar Gajah Membayangkan Ular
03 Jan 20, 21:48 WIB | Dilihat : 98
Langkah Awal Transformasi
Selanjutnya