Imagineering Bisnis

Perubahan Berbasis Modal Insan

| dilihat 132

Bang Sèm

PROSES perubahan yang berhubungan dengan keberlanjutan, pada dasarnya merupakan proses perubahan alamiah.

Perubahan yang berpijak pada kondisi nyata, existing.  Dari pemikiran semacam ini, kita memperoleh inspirasi tentang regenerasi sebagai bagian dari proses transgenerasi.

Organisasi yang bergerak menuju profesionalitas, baik pemerintahan, bisnis, kemasyarakatan, dan lainnya semestinya selalu peduli terhadap berlangsungnya proses ini.

Inilah yang sebenarnya menjadi perhatian utama begitu banyak organisasi mengambil peduli terhadap pembinaan dan pemberdayaan potensi sumberdaya manusia yang dimilikinya, dan mengembangkannya menjadi modal insan.

Pemberdayaan itu dilakukan melalui berbagai program mendasar: pendidikan dan pelatihan secara terencana, terus menerus, dan berkelanjutan. 

Upaya ini terkait dengan man power planning (perencanaan sumber daya manusia), yang di dalamnya termasuk perencanaan karir dan sistem penghargaan terhadap sumber daya manusia (remunerasi) berbasis kesejahteraan. Kata kuncinya adalah peningkatan kapasitas dan kualitas profesional secara multi dimensional.

Pendidikan dan pelatihan modal insan yang sedemikian ini, akan berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal, bila setiap potensi modal insan yang dimilikinya mempunyai gambaran masa depan yang lebih baik.

Dengan cara ini, setiap potensi modal insan dapat merancang dengan baik kontribusinya terhadap lembaga di mana mereka berada dan berkhidmat.

Inisiatif menyelenggarakan proses pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia di dalam suatu organisasi, selalu berkembang. Demikian pula halnya dengan metode yang menyertainya.

Belakangan hari, banyak dikembangkan metode yang mendorong kreativitas modal insan. Khususnya dalam mengelola dinamika organisasi dan interaksi manusia di dalamnya, maupun dalam konteks proses pengembangan beragam inspirasi yang ditawarkan oleh fenomena tersebut.

Terus Menerus

BERPIJAK pada berbagai tantangan yang dihadapinya, manusia selalu mempunyai kelemahan dan keterbatasan yang menyertainya, setiap manusia yang berpendidikan, selalu mempunyai ruang untuk melakukan perubahan. Terutama dalam mengubah kelemahan tersebut menjadi tantangan, selanjutnya mengubah tantangan menjadi peluang, dan akhirnya mengelola peluang menjadi kekuatan.

Epos perubahan yang dilandasi oleh kemauan dan kemampuan mengenali kelemahan akan mendorong setiap manusia melakukan introspeksi dirinya.

Inilah yang akan memandu manusia untuk mengenali dirinya secara utuh dan multi dimensi. Baik dalam konteks manusia sebagai inspirator, maupun sebagai inspirator perubahan.

Realitas yang dihadapi akan memandu manusia mengenali kelemahannya, tantangan yang dihadapinya, peluang yang terbentang di hadapannya, dan kekuatan yang mungkin diwujudkannya.

Dalam konteks inilah, proses pendidikan dan pelatihan modal insan di dalam organisasi, memperoleh guidence, pemanduan untuk mengenali semua itu.

Karenanya, pendidikan dan pelatihan, sering diposisikan sebagai bagian integral dari akselerasi perubahan untuk mencapai kondisi terbaik, atau yang lebih baik dari masa sebelumnya.

Akselerasi perubahan pada akhirnya memang merupakan salah satu indikator pencapaian proses pendidikan dan pelatihan.  Mulai dari perubahan minda, perilaku sampai perubahan kinerja.

Perubahan minda modal insan berhubungan erat dengan kemampuan mengelola inspirasi menjadi inisiatif, serta kemampuan mengelola inisiatif menjadi konsep berfikir, bersikap, dan bertindak. Pada perkembangannya, perubahan minda itu menghasilkan beragam konsep dasar yang mewujud dalam program, rencana aksi, dan aksi perubahan kinerja.

Nilai-nilai perubahan yang berakar pada realitas dan berpucuk pada kinerja, hanya akan mungkin terjadi bila kualitas sumber daya manusia terus meningkat. Inilah yang disebut kemajuan.

Dalam konteks ini, pendidikan dan pelatihan sering dimaknai sebagai salah satu aliran darah kemajuan. Salah satu bagian penting untuk mempertahankan dan mengembangkan eksistensi.

Terpulang pada kesadaran inilah, pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia, selalu dirancang dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Tentu dengan berbagai tingkatan.

Mulai dari tingkat basic untuk modal insan di level staff, tingkat intermediate untuk sumber daya manusia di level manager, sampai tingkat advance untuk sumber daya manusia di level top manager.

Inspirasi perubahan dan inisiatif menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi modal insan, akan terus berkembang. Perkembangan itulah yang mendorong upaya terus menerus meningkatkan kapasitas dan kualitas, dan akhirnya meningkatkan kinerja. ½

Editor : Web Administrator
 
Polhukam
20 Jan 20, 09:10 WIB | Dilihat : 121
Negara Tidak Punya Hak Menyadap Percakapan
09 Jan 20, 12:07 WIB | Dilihat : 168
Amerika Tak Mudah Prediksi Serangan Balik Iran
06 Jan 20, 09:03 WIB | Dilihat : 355
Kontroversi Mundurnya Menteri Pendidikan Malaysia
Selanjutnya
Sporta
22 Okt 19, 13:15 WIB | Dilihat : 784
Pertamax Turbo Ajak Konsumen ke Sirkuit F2 Abu Dabi
03 Sep 18, 12:41 WIB | Dilihat : 1621
Olahraga dan Pelukan Pemersatu
16 Jul 18, 10:16 WIB | Dilihat : 1329
Keajaiban dan Luah Gairah Kemenangan Perancis
Selanjutnya