Imagineering Bisnis

Langkah Awal Transformasi

| dilihat 98

Bang Sèm

MATAHARI merambat menuju petang, musim panas yang indah. Sekelompok anak muda cerdas dan visioner mendatangi Martin Luther King Jr, di halaman rumahnya.

Mereka meminta nasihat King tentang memulai aksi memanifestasikan seluruh gagasan perubahan yang telah mereka bahas berbulan-bulan.

 Selembar daun mapple jatuh, melayang, dan tergolek di atas rumput hijau. King mengambil daun yang berwarna kuning kecoklatan, itu lalu berkata, “Faith is taking the first step even when you don't see the whole staircase.” Esensi keyakinan terhadap suatu perubahan, transformasi, adalah menentukan langkah pertama, bahkan ketika Anda tidak melihat keseluruhan (anak) tangga.

Daun maple warna coklat itu, dia amsalkan, sebagai isyarat bagi setiap manusia untuk melakukan transformasi, karena hidup terus bergerak menghadapi rangkaian fenomena dan hukum alam.

Daun yang mulanya meranggas, akhirnya akan layu dan gugur. Manusia harus melakukan perubahan, transformasi untuk mewujudkan rencana perubahan itu, mewujudkan kondisi lebih baik dari sebelumnya.

Martin Luther King Jr pemimpin Gerakan Hak-hak Sipil - Amerika Serikat, itu bercerita bagaimana dia harus memulai gerakannya, pertengahan 1950-an. Ketika ia mati terbunuh tahun 1968, yang terkubur hanya jasadnya.

Gerakan yang digagasnya, terus hidup dan berkembang, bahkan mendunia hingga kini.

Di tempat lain, pada pagi musim dingin yang lusuh, awal 1990-an, Anthony Robbin, menyaksikan dua keluarga miskin yang terluntas di sudut Manhattan – New York, tak jauh dari kantor Leadership Consultant yang dipimpinnya.

Dua keluarga asal Queen, itu mengusik kesadaran Robbin yang kemudian mengubah dirinya sebagai penggerak perubahan sosial, sambil memanfaatkan talentanya di bidang musik.

Robbin yang juga dikenal sebagai negosiator dan penggerak organisasi, itu ‘melompat’ sebagai motivator. Lantas mengabdikan dirinya mengembangkan kecerdasan strategis dan upaya kemanusiaan.

Kemudian, dia sukses menjadi penasihat berbagai pemimpin di dunia (pemerintahan, bisnis, sosial). Dia mengubah minda tentang corporate social responsibility (CSR) menjadi corporate community responsibility (CCR).

Kini, lewat yayasannya, Robbin berpengaruh pada kehidupan lebih dari 50 juta orang di lebih 100 negara.

Buku-buku dan produk multimedianya laris, ceramah umumnya ditunggu jutaan orang di berbagai belahan dunia, dan acara live motivasinya selalu memperoleh rating tinggi.

Apa yang dia lakukan ketika memilih jalan transformasi sosial?  

Setting goals is the first step in turning the invisible into the visible,” jawabnya. Menetapkan tujuan sebagai langkah pertama. Menurutnya, tujuan yang jelas dan terang, mengubah apa yang terlihat dan tak terlihat.

Pernyataan kedua tokoh perubahan, itu mengacu kepada format dan formula perubahan (yang jauh sebelumnya) dicontohkan empat insan pilihan Tuhan : Musa as, Daud as, Isa as, dan Muhammad SAW. Keempat insan pilihan, itu melakukan perubahan transformatif, berbasis kecerdasan, kompetensi, kearifan, keberanian, dan keyakinan menentukan tujuan, sikap, dan rencana aksi.  

Substansinya adalah mengubah keadaan dari kondisi kehidupan yang ‘gelap gulita’ ke kondisi kehidupan yang ‘terang benderang.’ Pada masanya, keempat insan pilihan itu, sukses sebagai tokoh utama perubahan peradaban.

Bagaimana dengan kita? Sebagai manusia yang memperoleh alat kelengkapan hidup (think, instink, sense, dan feel), dan diposisikan Tuhan sebagai sama-sama pemimpin, tugas dan kewajiban kita relatif sama. Yaitu, memimpin dan menggerakkan transformasi, perubahan terencana, sistematik, dan menyeluruh di lingkungan sosial masing – masing.

Transformasi yang berorientasi pada terwujudnya lingkungan sosial profesional, kompeten, kreatif, inovatif, produktif, dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara secara tepat dan benar, di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sesuai dengan lingkungan strategis masing-masing, langkah pertama yang mesti diambil di simpang perubahan kini adalah mempertegas posisi dan tujuan BUMN sebagai pilar utama perekonomian bangsa. Sekaligus sebagai representasi entitas bisnis negara yang berdaya menghadapi intervensi non korporasi, untuk menjadi jawara di kancah bisnis global.

Di tangan para penggerak transformasi, BUMN kita mampu membuat bangsa ini mandiri dan sungguh berdaulat di segala sektor.. |

Editor : Web Administrator
 
Lingkungan
07 Jan 20, 09:55 WIB | Dilihat : 191
Naturalisasi Sungai Pilihan Tepat Respon Banjir
03 Jan 20, 12:11 WIB | Dilihat : 146
Buruk Akhlak Manusia Penyebab Air Murka
02 Jan 20, 14:54 WIB | Dilihat : 137
Siapa Mampu Lawan Rezim Angin
Selanjutnya
Humaniora
19 Jan 20, 12:54 WIB | Dilihat : 152
Chairul Montir Terbang dari Pinrang
15 Jan 20, 12:30 WIB | Dilihat : 224
Cinta adalah Kedalaman Nurani
13 Jan 20, 16:27 WIB | Dilihat : 262
Civitas Akademika ITB Jangan Berhenti Menebar Inovasi
12 Des 19, 14:29 WIB | Dilihat : 166
Harmoni
Selanjutnya