Aksi Korporasi Tak Mampu Tutupi Capex

Kabinet Najib Sepakat Pecat Dr. M dari Petronas

| dilihat 1349

KUALA LUMPUR, AKARPADINEWS.COM | KABINET pimpinan Perdana Menteri Datuk Seri Mohd Najib Tun Razak, Jum’at (11/3/16) bersepakat bulat memecat bekas Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad dari kedudukannya sebagai penasehat Petroliam Nasional Berhad (Petronas).

Persetujuan Kabinet Najib disebabkan oleh sikap Tun Dr. Mahathir yang tidak lagi mendukung pemerintahan yang dipimpin Najib. Pernyataan pers Kantor Perdana Menteri Malaysia menegaskan, karena sikapnya (terutama memimpin Deklarasi Rakyat Malaysia) yang tidak mendukung pemerintah, sewajarnya Tun tidak lagi memegang jabatan yang ada kaitannya dengan pemerintah. Salah satunya adalah jabatan sebagai penasehat pada perusahaan negara Petronas, yang menjadi salah satu tulang punggung pendapatan negara.

“Kabinet hari ini telah membincangkan tindakan-tindakan bekas Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad, khususnya dalam melancarkan Deklarasi Rakyat bersama pemimpin pembangkang pada minggu lepas,” ungkap pernyataan itu.

Dijelaskan pula, Deklarasi Rakyat Malaysia yang ditanda-tangani 58 orang, termasuk mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yasin, Mantan Menteri Besar Negeri Kedah Mukhriz Mahathir, Penasehat DAP (Democratic Action Party) Lim Kit Siang, Timbalan Presiden Partai Keadilan Rakyat / Menteri Besar Negeri Selangor Azmin Ali, dan lain-lain itu, bertujuan menjatuhkan pemerintah.

Dalam pandangan Kantor Perdana Menteri Malaysia, Deklarasi tersebut bertentangan dengan undang-undang dan perlembagaan negara.

Dr Mahathir dilantik sebagai penasihat Petronas susulan persaraannya sebagai perdana menteri pada 2003. Tun pernah mengundurkan diri jabatannya tersebut pada tahun 2013, mengikuti anjuran dokter yang meminta mengurangi aktivitas di kantor, selepas melakukan operasi jantung.

Selain masih menjabat di Petronas, Tun Dr. M (panggilan akrab Dr. Mahathir Mohamad) adalah Chairman Proton Holdings sejak Juni 2014.

Selaras dengan itu, Selasa (8/3/16), kelab Naib Ketua UMNO Bahagian 1 Malaysia, mendesak pemerintah memecat Tun Dr. M dari seluruh jabatan yang masih disandangnya kini. Termasuk dalam posisinya sebagai ketua Yayasan Kepimpinan Perdana.

Pemimpin Kelab Naib Ketua UMNO Bahagian 1Malaysia, Datuk Muhamad Anuar Md Yunos menyatakan ungkapan kecewa dan geram dengan tindakan Tun Dr. M yang menggerakkan Deklarasi Rakyat untuk menyelamatkan Malaysia dengan mendesak Datuk Seri Najib Tun Razak meletakkan jabatan sebagai Perdana Menteri serta Presiden UMNO.

Muhamad Anuar juga berkata keterlibatan beberapa pemimpin Umno lain seperti Tan Sri Muhyiddin Yassin dan Datuk Seri Mukhriz Mahathir dengan menandatangani deklarasi itu, merupakan sikap bersengkongkol dengan pemimpin pembangkang (oposan) untuk menyingkirkan Najib. Tindakan demikian merupakan tindakan inkonstitusional.

Para menteri Kabinet dan petinggi UMNO menyatakan, jika Tun Mahathir Mohamad ingin mereformasi pemerintah, ia harus mengikuti proses demokrasi dan menunggu pemilu berikutnya, sesuai dengan hukum Malaysia dan Konstitusi Federal.

Tun Dr. M dan para penanda-tangan deklarasi, dinilai telah menunjukkan oportunisme politik dan sikap putus asa mereka.

Tun dipecat dari jabatannya sebagai penasehat Petronas, ketika perusahaan energi Malaysia, itu sedang menghadapi tantangan berat selama dua tahun ke depan. Terutama, karena Petronas melakukan beberapa proyek besar yang direncanakan beberapa tahun yang lalu, ketika harga minyak mentah di pasaran dunia tiga kali dari harga sekarang ini.

Akibat dari harga minyak mentah yang lebih rendah saat ini, arus kas (cash flow) operasi dan aksi korporasi Petronas saat ini tidak mungkin dapat menutupi belanja modal (capex) bagi komitmen ke depan.

Datuk Wan Zulkiflee Wan Ariffin, Chief Executive Officer (CEO Petronas Group, mengakui kondisi itu. Dia mengatakan di awal bulan ini, pihaknya sedang melakukan berbagai upaya merevisi ulang rencana bisnis grup perusahaan yang memiliki Menara Kembar di jantung kota Kuala Lumpur itu.

Ketika menutup tahun 2015, kepada wartawan, Wan Zulkiflee (31/12/15) mengemukakan, "Langkah-langkah untuk mengatasi ini termasuk pengurangan tambahan dalam capex dan pengeluaran operasional (opex) dari RM50 miliar lebih dari empat tahun, dimulai dengan RM15 miliar untuk RM20 miliar tahun ini."

Namun, Wan Zulkiflee menegaskan, Petronas telah berkomitmen membayar RM16 miliar dividen kepada Pemerintah dari operasi tahun 2015 seperti yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Wan Zulkiflee mengatakan, untuk mengoptimalkan komponen biaya dan memfasilitasi tingkat efisiensi yang lebih tinggi, Petronas akan menerapkan struktur organisasi baru, yang akan mulai berlaku pada 1 April 2015, setelah meninjau model bisnisnya.

Antara lain dengan mengurangi jumlah anggota dewan dan posisi high level dalam organisasi untuk memangkas biaya. Hasil aksi korporasi internal Petronas sampai 31 Desember 2015, telah mengurangi belanja, dan menambah saving sebesar RM2.4 miliar.  

Dengan capex dan opex yang dipotong, menurut Wan Zulkiflee, Petronas meninjau ulang dan melakukan renegosiasi kontrak mencakup beberapa ladang minyak marjinal, peningkatan proyek oil recovery, penundaan ladang gas Kasawari dan Sepat, serta mengambang proyek gas alam cair kedua.

"Pemotongan belanja modal berasal dari kedua segmen hulu dan hilir, dan dengan sendirinya akan berpengaruh pada beberapa proyek. Namun, ketika harga (minyak mentah) pulih, kita memiliki pipa proyek yang dapat melanjutkan operasi, "katanya.

Wan Zulkiflee menjelaskan, ke depan, Petronas mendorong maju dengan mega proyek, yaitu, kilang dan pengembangan petrokimia terintegrasi di Johor serta proyek ekspor LNG di British Columbia, Kanada, melalui anak progres anak perusahaannya, Energy.

Meski begitu, timeline dan komitmen investasi terhadap proyek-proyek ini akan ditinjau secara terus menerus. Bisnis Petronas merupakan industri yang harus dikelola dengan pandangan jangan panjang. Namun, secara bisnis, juga harus sensitif terhadap profil produksinya, serta laba Petronas di tahun-tahun mendatang.

Sebagaimana diketahui, kini Petronas mempunyai beberapa proyek terintegrasi di Pengerang, Johor, yang diperkirakan menelan biaya total sekitar US $ 16 miliar. Sebagian besar dari RM64.7 miliar investasi

Di sisi lain, usaha anak perusahaan Petronas di Kanada belum sampai pada keputusan investasi akhir, tapi diperkirakan sebelumnya, Petronas akan menempatkan total biaya sampai US $ 30 miliar. Selain itu, Petronas dapat memilih jalan, untuk memasuki pasar utang guna  membiayai kebutuhan belanja modal. "Kita tidak hanya perlu memanfaatkan beberapa cadangan kas kami, tapi kami juga mungkin perlu menaikkan pinjaman," jelas Wan Zulkiflee.

Dijelaskan, cadangan kas besar Petronas dari RM137 miliar telah dipastikan, mempunyai gearing bruto yang masih rendah sekitar 16 persen. Petronas harus bisa mencapai gearing bruto sampai dengan 35 persen. Dengan asumsi harga minyak mentah rata-rata sekitar US $ 30 per barel sepanjang tahun ini, Petronas berupaya menguatkan usahanya secara lebih keras.

Wan Zulkiflee mengakui, kinerja keuangan Petronas tahun ini akan dipengaruhi oleh volatilitas berkepanjangan harga minyak. Untuk mengatasi ini, dilakukan aksi korporasi berkelanjutan dan mengintensifkan upaya meredam dampak agar tetap kompetitif dan berkelanjutan. Belum terkonfirmasi kabar, rencana Petronas menurunkan produksi dalam waktu dekat.

Dalam usia 90 tahun, Tun Dr. Mahathir yang pernah dijuluki The Little Soekarno, itu masih aktif. Ia rajin menulis blog sendiri. Juga masih aktif sebagai penasehat Petronas dan Proton. Dalam kapasitasnya sebagai penasehat Proton, Tun sempat memfasilitasi kontrak Proton dengan pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, sebagai bagian dari program mobil nasional. | S. Yusof.

Editor : sem haesy | Sumber : berbagai sumber malaysia
 
Budaya
29 Agt 19, 14:19 WIB | Dilihat : 591
Mitra Binaan Pertamina Semarakkan Pameran Warisan
24 Agt 19, 17:24 WIB | Dilihat : 429
Kongko Bersama Kaum Muda Kreatif Betawi
21 Agt 19, 15:14 WIB | Dilihat : 536
Tilik Literasi Betawi
Selanjutnya
Sainstek
26 Agt 19, 10:46 WIB | Dilihat : 416
Daya tarik Magnetis Monza SP2 Ferrari
30 Okt 18, 00:11 WIB | Dilihat : 846
Menerima Realitas Kecelakaan Lion JT610
19 Jul 18, 09:52 WIB | Dilihat : 1668
Volante Vision, Visi Kendaraan Udara Aston Martin
20 Feb 18, 12:07 WIB | Dilihat : 2588
Tragedi Archimides di Tangan Serdadu
Selanjutnya