Giliran Direksi Pelindo III Dirombak

| dilihat 320

Menyusul pergantian Direksi Pertamina dan Garuda Indonesia (Tbk), Kamis (20/9) – berlangsung pergantian Direksi PT Pelabuhan Indonesia III, yang berkantor pusat di Tanjung Perak – Surabaya, Jawa Timur, itu. Keputusan mengganti direksi Pelindo III tersebut berlangsung di Kantor Kementerian BUMN.

Ini merupakan rangkaian perombakan direksi dan komisaris BUMN yang dilakukan Menteri BUMN, Rini Soemarno.

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam jasa layanan operator terminal pelabuhan. Perusahaan ini dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 1991 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Umum (Perum) Pelabuhan III menjadi Perusahaan Perseroan (Persero), yang ditandatangani oleh Presiden Ke-2 Republik Indonesia Soeharto pada tanggal 19 Oktober 1991.

Pelindo III mengelola 43 pelabuhan dengan 16 kantor cabang yang tersebar di tujuh propinsi di Indonesia meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Pelindo III diharapkan memainkan peran sebagai penghubung antar pulau maupun antar negara, dalam keberlangsungan dan kelancaran arus distibusi logistik. Pelayanan terbaik dan maksimal merupakan komitmen Pelindo 3 untuk mejaga kelancaran arus logistik nasional.

Pelindo III berkembang salah satu BUMN besar di Indonesia dengan tingkat jumlah aset yang meningkat setiap tahunnya. Pelindo 3 juga menjadi segelintir BUMN yang memasuki pasar global. Hal ini membuktikan bahwa Pelindo 3 memiliki daya saing yang tinggi dan menjadi perusahaan berkelas internasional.

Belakangan hari, Direksi Pelindo III melakukan berbagai perubahan dan perbaikan layanan dengan membangunan terminal pelabuhan laut pertama yang menggunakan garbarata untuk penumpang. Terminal penumpang yang modern itu, juga dilengkapi dengan ruang terbuka bagi penumpang sambil menikmati musik pada hari-hari tertentu.

Dalam laporan kinerja teraudit tahun 2017, Pelindo III mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 2,04 triliun atau melonjak 35% dari tahun 2016 yang mencapai Rp 1,51 triliun. Perseroan juga mencatat peningkatan pendapatan tahun 2017 sebesar 18% year on year, melampaui pertumbuhan beban usaha yang berhasil ditekan sebesar 5% year on year.

Dari hasil laba itu, Pelindo III membayarkan setoran pajak Pelindo III sebesar Rp 1,19 triliun. Ari Askhara ketika masih menjabat Direktur Utama Pelindo III mengemukakan, keberhasilan atas pencapaian laba tersebut berasal dari transformasi budaya perusahaan yang fokus pada aspek people, process and technology

Kini nahkoda Pelindo III dipercayakan kepada Doso Agung, yang sebelumnya bertugas sebagai Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero). Kementerian BUMN dalam keterangan tertulis mengemukakan, “Penyerahan Surat Keputusan Menteri BUMN untuk penetapan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah selaku pelaksana tugas Deputi Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP).”

Pergantian itu sudah diduga sebelumnya, namun perubahan menyeluruh direksi, terkesan mendadak. Tidak semua direksi mengetahui pergantian nyaris menyeluruh itu. Selain pergantian Direktur Utama, juga berlangsung pergantian Direktur Teknik dan TIK, dari Husein Latief kepada Joko Noerhudha yang sebelumnya merupakan Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha Pelindo III.

Direktur Keuangan, U. Saefudin Noer digantikan oleh Iman Rachman yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan Pelindo II / IPC. Direktur yang bertahan adalah Toto Heliyanto,  Direktur SDM dan Umum. Akan halnya Direktur Komersial dan Operasional yang dijabat Mohammad Iqbal, sementara masih bertahan.

Bertahannya Toto Heliyanto diharapkan dapat mengembangkan potensi sumberdaya manusia sebagai modal utama persero. Khasnya untuk meningkatkan kompetensi, sehingga lebuh produktif dan solid dalam menjalankan roda bisnis perusahaan, didukung penggunaan teknologi secara optimal

Pergantian direksi itu, juga diharapkan meneruskan perubahan fundamental di lingkungan perseroan, berupa diversifikasi dan ekstensifikasi bisnis, efisiensi dan transformasi budaya perusahaan. Antara lain di sektor energi, properti, pengembangan port tourism, logistik, hingga layanan kesehatan.

Termasuk pengembangan jasa pelabuhan lainnya, melalui sinergi dengan sesama  BUMN, maupun mengakuisisi saham atau membentuk usaha patungan dengan swasta. Antara lain untuk menambahbaik layanan, melalui aplikasi Home Terminal System.

Sistem ini merupakan aplikasi yang pertama kali diterapkan di dunia kepelabuhanan yang dibangun oleh tim TI Pelindo III, dengan sejumlah fitur utama jasa kepelabuhanan, seperti vessel service, port activities, logistics, dan container management.

Inovasi ini, diharapkan memudahkan pengguna jasa kepelabuhanan, untuk dapat memesan jasa kepelabuhanan, melalui aplikasi smartphone. | beranti

Editor : Web Administrator | Sumber : Kementerian BUMN
 
Lingkungan
03 Okt 18, 15:25 WIB | Dilihat : 410
Gunung Soputan Minahasa Tenggara Meletus
01 Okt 18, 17:02 WIB | Dilihat : 317
Mari Menanam Kebajikan di Donggilu
29 Sep 18, 09:58 WIB | Dilihat : 248
Bangun Solidaritas Sosial Bantu Korban Gempa Sulteng
Selanjutnya
Sainstek
19 Jul 18, 09:52 WIB | Dilihat : 1035
Volante Vision, Visi Kendaraan Udara Aston Martin
20 Feb 18, 12:07 WIB | Dilihat : 1918
Tragedi Archimides di Tangan Serdadu
10 Jan 17, 15:25 WIB | Dilihat : 641
Honda Kembangkan Teknologi Motor Pintar
23 Des 16, 05:31 WIB | Dilihat : 597
Menanti Kehadiran Penghasil Listrik Berteknologi Nano
Selanjutnya