Kemuliaan Melayani

Cara AP 1 Meningkatkan Kualitas Layanan

| dilihat 1848

AKARPADINEWS.COM | INDONESIA kini berada di tengah perubahan era aviasi dari Eropa – Amerika ke Asia – Pasifik. Realitas demikian sudah disadari Angkasa Pura Airports (atau Angkasa Pura I) sejak beberapa tahun terakhir.

Untuk merespon perubahan itu, pembangunan sejumlah terminal baru bandara berkelas internasional (Ngurah Rai – Bali, Sultan Aji Muhammad Sulaiman – Sepinggan, Lombok - NTB, Hasanuddin – Makassar) dilakukan.

Kini Angkasa Pura Airports sedang bergerak mewujudkan visinya sebagai 10 pengelola bandara terbaik di Asia dan terus melakukan pembangunan di beberapa bandara lainnya, seperti Ahmad Yani – Semarang, Gunung Kidul – Yogyakarta, dan Syamsuddin Noor – Banjarbaru.

Berbagai upaya juga dilakukan melalui berbagai aksi korporasi. Direktur Utama Angkasa Pura I, Danang S. Baskoro – sejak diangkat sebagai Direktur Utama Angkasa Pura Airports, langsung beraksi, dengan menyiapkan strategi pengembangan 13 bandara di Indonesia timur, yang menjadi tanggungjawab Angkasa Pura Airports.

Danang dan seluruh anggota direksi dihadapkan oleh tantangan besar. Selain menyelesaikan tiga bandara yang sedang on progress pembangunannya (Gunung Kidul, Semarang dan Banjarbaru), juga  meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan komunitas bandara yang dikelolanya.

Danang sudah menyiapkan gagasan membangun koneksi intermoda antar bandara yang tak berjauhan, misalnya Yogya – Solo – Semarang. Danang sudah teken kerjasama dengan Kereta Api Indonesia untuk membangun intermoda yang terintegrasi antar bandara-bandara tersebut.

Tak hanya itu, bersama anggota direksi yang dipimpinnya Danang juga memusatkan perhatian pada kerjasama antar BUMN yang terkait untuk meningkatkan pelayanan yang berdampak bisnis dan pertumbuhan ekonomi. Termasuk kerjasama dengan Angkasa Pura II untuk melakukan standarisasi bandar udara di Indonesia.

Direksi juga melakukan dialog dengan maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyerap aspirasi, sehingga Angkasa Pura Airports sungguh memainkan peran strategisnya sebagai pengelola bandara yang berdampak kemajuan bisnisnya sebagai business entity, sekaligus perannya sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, yang bermuara pada kesejahteraan rakyat.

Titik beratnya adalah meningkatkan kualitas keamanan (security - safety) dan kenyamanan (hospitality) bagi pengguna jasa bandara. Tentu pelayanan tersebut sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan oleh ICAO (International Civil Aviation Organization).

Mengelola Peradaban

DALAM konteks itu, Direktur Operasi Angkasa Pura Airports Wendo Asrul Rose, dalam perbincangan dengan akarpadinews.com beberapa waktu berselang, mengemukakan. Selain untuk mendorong pencapaian pertumbuhan pendapatan dan keuntungan bisnis, Angkasa Pura Airports memberi perhatian khas pada pencapaian standar pelayanan ICAO. Terutama pada kualitas keamanan dan kenyamanan bandara itu sendiri.

Sambil tersenyum, Wendo mengemukakan, untuk mencapai kualitas itu, pemahaman tentang budaya masyarakat, baik internasional, nasional, dan lokal menjadi penting. Terutama, karena 13 bandara yang dikelola Angkasa Pura Airports sangat mencerminkan multikulturalitas masyarakatnya.

Dari pengalamannya sebagai General Manager Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman – Sepinggan, Balikpapan, Wendo mengemukakan,  “Mengelola bandara itu tak hanya mengelola termina kedatangan dan keberangkatan barang dan jasa, tetapi, lebih jauh dari itu juga mengelola peradaban,”ungkap Wendo.

Wendo meyakini, di bawah komando Danang, Direksi dan seluruh jajaran profesional di lingkungan Angkasa Pura Airports, dapat mencapai kualitas terbaik sesuai dengan standar ICAO.

Apalagi, Danang yang sebelumnya merupakan Direktur Utama ASDP Ferry punya pengalaman melayani masyarakat dari berbagai kalangan dan latar budaya yang sangat beragam. Dan dari pengalaman memimpin sebelumnya, menurut Wendo, Danang memandu arah aksi korporasi Angkasa Pura Airports yang sangat jelas.

Hal tersebut dirasakan Wendo dari visionery dan CEO brief yang sering diberikannya, termasuk dalam menentukan pilihan investasi berbasis keamanan dan kenyamanan pengguna bandara. Sebagai CEO, Danang tegas tetapi tidak kaku, misalnya terkait dengan prinsip zero tolerance terkait dengan security and savety error. Arah punishment dan reward kepada insan Angkasa Pura Airports juga jelas.

Tak hanya itu di level staf, kesadaran untuk meningkatkan pelayanan guna menjadi kualitas keamanan dan kenyamanan bandara, juga tumbuh. Ia menyebut unit kerja Airport Quality Services yang dipimpin Ramdan Pradarma.

Paruh keempat bulan ini (21-23 November 2016), Divisi AQS mengambil inisiatif melakukan workshop Airport Services Group di Jakarta. Workshop terpusat pada “Konsolidasi dan Rekonsiliasi dalam rangka meningkatkan Airport Service Quality (ASQ).” Pesertanya seluruh kepala unit kerja operasi dan pelayanan di seluruh bandara dalam pengelolaan Angkasa Pura Airports. Termasuk para sendatu atau duta bandara (airports ambassadors).

Di dalam workshop, itu Ramdan selalu penanggungjawab mengundang pembicara dari lingkungan internal dan eksternal,  meliputi seluruh Direksi, perwakilan masing-masing direktorat, dan seluruh Group Head Direktorat Operasi.

Workshop juga diperkaya oleh ahli grafis, design dan ambient, Hospitality and Operation, Airport for Airlines perspektive, dan services mindset.

Ramdan mengemukakan, tujuan penyelenggaraan workshop ini, selain membuka wawasan terkait core: activity Airport Services, juga pemahaman multidimensional tentang pelayanan bandara berbasis keamanan dan kenyamanan.

Ramdan menjelaskan, penting bagi peserta mendapatkan gambaran vision, mission, dan corporate action dari Dewan Direksi, yang akan menjadi acuan dalam menyusun program kerja maupun kegiatan. Termasuk memahami mekanisme internal secara menyeluruh.

Workshop berhasil membangun prinsip together stronger untuk memperkuat kepercayaan diri dalam menjawab tantangan yang semakin besar. Kata kuncinya adalah services creativity kick off yang terkait dengan peta jalan human capital di sektor pelayanan.

“Kita usahakan workshop semacam ini dilakukan secara reguler,”ungkap Ramdan.

Melayani adalah Kemuliaan

WENDO mengemukakan, Direksi mendukung setiap upapa peningkatan kualitas human capital di seluruh lini untuk mencapai suatu tahapan, meningkatnya kontribusi seluruh insan Angkasa Pura Airports terhadap kinerja perusahaan.

Apalagi, 13 bandara yang dikelola Angkasa Pura Airports di wilayah Indonesia Timur, ini akan menjadi magnitude strategis pertumbuhan ekonomi di Timur Indonesia. Melalui bandara yang dikelola Angkasa Pura Airports, itu ragam minat dan kepentingan pengguna atau pelanggan bandara, akar terpenuhi.

Dari pengamatan akarpadinews.com sendiri, 13 bandara yang dikelola Angkasa Pura Airports, sangat beragam watak, karakter, hasrat, dan kepentingannya. Mulai dari bisnis, pendidikan, wisata, migas dan pertambangan, sampai budaya.

Keberadaan 13 bandara itu memungkinkan tumbuhnya sentra-sentra agribisnis, migas, mineral, industri, pariwisata dan budaya. Sejalan dengan itu, kapasitas dan grade airport-nya juga perlu ditingkatkan, seperti Syamsudin Noor – Banjarbaru, yang belum berstatus sebagai bandara internasional.

Mengurus bandar udara, apalagi dengan grade internasional (international airport) memang bukan pekerjaan mudah. Harus ada spirit tanpa henti dan berkelanjutan yang memadukan kreativitas, inovasi, dan invensi. Terutama dalam pelayanan.

Semua upaya dalam bentuk kerja kreatif, inovatif, akuntabel, berintegritas, profesional – cerdas dan ikhlas, itu merupakan upaya kolektif untuk menciptakan nilai. Sekurang-kurangnya dari aspek finansial, mencapai likuiditas tinggi, cashflow lancar, solvabilitas sangat baik, dan laba memadai.

Dari pengamatan akarpadinews.com, Direksi memang perlu menggerakkan terus menerus kerja kolektif terintegrasi. Menambah keuntungan bagi bandara yang sudah menguntungkan, menguatkan fundamental keuangan untuk bandara yang sedang berpotensi tumbuh dan pas-pasan, menahan kerugian bagi bandara yang masih merugi. Bisa saja, bandara-bandara kecil yang masih merugi, diusulkan untuk mengemban misi PSO (public service obligation).

Untuk itu kerjasama Angkasa Pura Airports dengan sesama BUMN juga menjadi penting. Kerjasama untuk mewujudkan keunggulan operasional dan layanan perusahaan (operational excellence dan service excellence) dengan memanfaatkan Sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Termasuk dalam menanggulangi persoalan lack of capacity, yang berpengaruh pada kepuasan pelanggan: baik maskapai penerbangan, penerbang, maupun masyarakat pengguna jasa penerbangan. Hal itu meliputi aspek fasilitas, instrument, equipment, serta safety and security berbuah hospitality.

Dengan prinsip “Melayani adalah Kemuliaan,” yang memberikan rasa aman dan nyaman kepada semua pengguna jasa, 13 bandara Angkasa Pura Airports tak terlampau lama memenuhi visinya sebagai satu di antara sepuluh pengelola bandara terbaik di Asia. Pelayanan berkualitas adalah cara mewujudkan visi. | Bang Sem

Editor : sem haesy
 
Seni & Hiburan
06 Sep 19, 22:46 WIB | Dilihat : 269
Puisi Puisi N. Syamsuddin Ch Haesy
18 Agt 19, 21:05 WIB | Dilihat : 1074
Kemerdekaan Adalah Jiwa Raga Sehat Tegakkan Keadilan
13 Agt 19, 20:56 WIB | Dilihat : 790
Gubernur Anies Undang Warga Jakarta Nonton JMF2019
Selanjutnya
Energi & Tambang