BNI Syariah Istiqamah di Jalan Hasanah

| dilihat 696

ABDULLAH Firman Wibowo yang senantiasa menebar senyum itu duduk di sofa. Dia mempersilakan saya duduk di sofa yang tak jauh dari tempat dia duduk. Di depan terlihat meja kerja yang terlihat baik.

Pagi itu, beberapa hari lalu, saya agak terlambat lebih dari 30 menit, datang ke kantornya, BNI Syariah di bilangan Jalan Rasuna Said. Perjalanan dari Johor Bahru - Malaysia ke Singapura sampai Soekarno Hatta relatif lancar dan cepat. Justru dari bandara internasional Soekarno - Hatta ke stasiun kereta BNI City, relatif lama. Terutama karena harus menunggu kereta bandara.

Kami berbincang tentang perkembangan BNI Syariah yang dipimpinnya. Firman menjabat Direktur Utama, setelah sebelumnya melanglang cukup lama sebagai pemimpin BNI Cabang Tokyo, kemudian pemimpin divisi treasury - perbankan internasional di kantor pusat Bank BNI.

Selama ini saya hanya mendengar kabar dari beberapa teman lain yang menjadi nasabah utama BNI Syariah yang menceritakan perkembangan pesat bank itu termasuk berbagai peningkatan kinerja dari beberapa teman, pengusaha biro perjalanan umrah - haji dan properti..

Esensinya, seperti kata dia, "Kami istiqamah di jalan hasanah." Sekaligus menegaskan eksistensi BNI Syariah sebagai  "hasanah Banking partner" untuk masyarakat Indonesia, dan menempatkan seluruh masyarakat Indonesia sebagai nasabah sekaligus mitra. 

Tahun 2019 saja, BNI Syariah sudah meraih 18 penghargaan. Mulai  dari Top Brand Award 2019, Indonesia Digital Innovation Award 2019 untuk providing wakaf, Satisfaction Loyalty Engagement Award 2019 Infobank untuk teller - costumer service - satpam - ATM dan lain-lain, termasuk fisik kantor sebagai sentra layanan. Bank BNI Syariah juga beroleh penghargaan sebagai The Best Digital 2014-2018, Tabungan Umum Syariah, KPR Bank Umum Syariah, Overall KPR Bank Umum Syariah, dan overall Kartu Debit Bank Umum Syariah.

Semua ini menunjukkan pencapaian yang meningkat dalam memelihara aksi korporasi yang konsisten dan konsekuen menjalani komitmen, dalam memelihara kepercayaan stakeholders atas kinerja BNI Syariah.

Prestasi-prestasi itu juga merupakan pencapaian lanjut dari 57 penghargaan yang diperoleh BNI Syariah sepanjang tahun 2018 diantaranya 3 penghargaan internasional, yaitu Alpha Southeast Asia Award 2018 untuk Best Commercial Bank in Indonesia kategori Islamic Bank, Islamic Business & Finance Award 2018 untuk Best Commercial Bank kategori Bank Syariah Buku 2, dan The Best Sharia Bank in Asia & Turkey 2018 and The Best Global Leader in Asia & Turkey 2018 dari Majalah Economic Review; selain penghargaan terkait kinerja dari Infobank Award 2018 sebagai Bank Syariah Terbaik dengan Kinerja Terbaik tahun 2013-2017 Bank Syariah kategori aset di atas Rp 25 Triliun, Sharia Investor Award 2018 sebagai Bank Syariah Terbaik kategori aset di atas Rp 10 Triliun, Indonesia Banking Award 2018 sebagai The Most Efficient Bank & The Most Reliable Bank kategori asset di atas Rp 10 Triliun, dan penghargaan lainnya.

Bank BNI Syariah kini mempunyai 67 kantor cabang, 165 kantor cabang pembantu, 17 kantor kas, 8 kantor fungsional, 22 mobil layanan gerak, 20 payment point, 202 mesin ATM, dan 1500 outlet.

Bank yang mulai beroperasi 19 Juni 2010 ini, beberapa pekan lalu baru menggelar even di Bandara Soekarno Hatta dan yang menarik, Firman belakangan hari sering diundang memberikan tausiyah tentang ekonomi syariah, termasuk tausiyah halal bil halal yang digelar Bisnis Indonesia.

Penghujung Ramadan lalu, bank ini melakukan edukasi kepada sopir bis antar kota untuk menjamin keamanan dan keselamatan penumpang dan tak mengabaikan pertimbangan ubudiah, sehingga penumpang dapat melaksanakan ibadahnya.

Firman bercerita, sepanjang 2018 kinerja BNI Syariah mengalami pertumbuhan positif. Per Desember 2018, bank ini beroleh laba bersih mencapai Rp416,08 Miliar atau naik 35,67 persen dibanding  tahun sebelumnya.

Pencapaian itu, selain disokong oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan Fee Based, dan rasio dana murah yang optimal, juga karena gerak harmonis direksi.

Ia bersama  Direktur Bisnis SME dan Komersial, Dhias Widhiyati; Direktur Kepatuhan dan Risiko, Tribuana Tunggadewi; Direktur Keuangan dan Operasional, Wahyu Avianto; serta SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan, Iwan Abdi, dan seluruh insan BNI Syariah melakukan aksi korporasi yang tak hanya berorientasi profit, tetapi juga berorientasi benefit. "Harus ada keseimbangan antara faedah dan manfaat," katanya.

Dengan cara itu, bank dengan aset yang per Desember 2018 mencapai Rp41,05 Triliun atau tumbuh sebesar  17,88 persen dari tahun sebelumnya, itu bank ini berkomitmen dengan prinsip hasanah dan jama'ah yang menjiwai seluruh aksi korporasi.

Hasilnya? Dari sisi bisnis, khasnya penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah mencapai Rp 35,50 Triliun atau tumbuh 20,82 persen dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3 juta. Komposisi DPK tersebut didominasi dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 55,82 persen, yang juga meningkat jika dibanding tahun sebelumnya (51,60 persen).

Dari sisi penyaluran dana, BNI Syariah telah menyalurkan Pembiayaan sebesar Rp28,30 Triliun atau naik 19,93 persen. Komposisi Pembiayaan tahun 2018, menurutnya, disumbang oleh segmen Konsumer sebesar Rp13,92 Triliun (49,17 persen), diikuti segmen Komersial Rp7,00 Triliun (24,74 persen), segmen Kecil dan Menengah sebesar Rp5,97 Triliun (21,09 persen), segmen Mikro Rp1,08 Triliun (3,82 persen), dan Hasanah Card Rp332,69 Miliar (1,18 persen).

Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah konsisten menjaga kualitas pembiayaan, yang pada tahun 2018 berhasil menjaga rasio Non Performing Financing (NPF) dibawah 3 persen yaitu sebesar 2,93 persen.

Pencapaian tersebut merupakan wujud nyata kepercayaan masyarakat terhadap BNI Syariah juga hasil kinerja dan doa seluruh insan hasanah yang terus berkarya untuk BNI Syariah. Hal ini ditunjang oleh komitmen BNI Syariah untuk memberikan kontribusi maksimal dalam pertumbuhan ekonomi syariah, salah satunya dengan berperan aktif dalam pengembangan halal ecosystem. Menurut State of The Global Islamic Economy Report 2017, potensi industri halal mencakup Islamic Fashion, Halal Food, Haji & Umroh, Halal Tourism, dan Islamic education serta ZISWAF mencapai lebih dari Rp 3.400 Triliun.

Lebih lanjut Firman menjelaskan, di tahun 2018, BNI Syariah telah menyelenggarakan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan halal ecosystem, seperti Deureuham (Derap Ekrafpreneur Hasanah Mulia), Pelatihan Manajemen Masjid, Benteng Hasanah di Batas Negeri, serta Pembentukan Jurnalis Ekonomi Syariah di Balikpapan, Medan, Bandung, Kendari. Kegiatan ini merupakan program unggulan BNI Syariah diantara program rutin lainnya.

Komitmen BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner juga diwujudkan melalui upaya manajemen dalam mendorong dan memotivasi pegawai untuk melaksanakan prinsip life balance dengan menyeimbangkan antara tanggung jawab sebagai umat Muslim yang taat dan tanggung jawab sebagai pegawai bank syariah yang profesional.

Dari sekitar 4.900 pegawai BNI Syariah di seluruh Indonesia, saat ini sekitar 16 pegawai merupakan hafidz Qur’an. Hal ini kemudian diapresiasi oleh manajemen dengan memberikan tunjangan hafidz di luar gaji yang diterima setiap bulannya, mulai dari Rp 250 Ribu hingga Rp 2 Juta per bulan.   

Tahun 2019 BNI Syariah mencanangkan sebagai tahun Quality Growth dimana BNI Syariah diharapkan dapat tumbuh secara berkualitas, baik dari sisi kapabilitas organisasi maupun secara bisnis termasuk untuk Pembiayaan.

Pilihan ini dinilai relevan untuk menghadapi sejumlah tren yang berkembang pada tahun ini, baik level global di antaranya Perang Dagang dan Mata Uang antara Amerika Serikat dan China, kecenderungan naiknya reference rate juga adanya Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif.

Secara umum, ungkap Firman, pada 2019 BNI Syariah akan meningkatkan ekspansi pembiayaan kepada sektor komersial secara selektif kepada nasabah yang memiliki tingkat risiko rendah seperti BUMN. Namun, ungkapnya, "secara bankwide kami akan meningkatkan porsi pembiayaan pada segmen ritel (small and medium) dan sedikit menurunkan porsi segmen komersial."

Pada 2019, bank ini menargetkan segmen komersial tumbuh di kisaran 20 persen. Dengan penyaluran yg dilakukan secara prudent, direksi meyakini, bahwa NPF segmen ini bisa terjaga di bawah 2 persen.

Firman mengatakan, direksi dan seluruh insan BNI Syariah melakukan aksi korporasi untuk mewujudkan visi sebagai bank syariah pilihan masyarakat yang unggul dalam layanan dan kinerja.

Untuk itu, seluruh elemen dan anasir manajemen dan karyawan BNI Syariah bergerak dalam panduan misi korporasi: Memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan peduli pada kelestarian lingkungan; Memberikan solusi bagi masyarakat untuk kebutuhan jasa perbankan syariah; Memberikan nilai investasi yang optimal bagi investor; Menciptakan wahana terbaik sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi bagi pegawai sebagai perwujudan ibadah; dan, Menjadi acuan tata kelola perusahaan yang amanah. | sem haesy

Editor : Web Administrator | Sumber : BNI Syariah
 
Humaniora
10 Jul 19, 08:56 WIB | Dilihat : 957
Hati Bungah Melihat Betawi Mesra
06 Jul 19, 22:27 WIB | Dilihat : 536
Cermin dari Ciswoto dan Evie Tyas
27 Jun 19, 13:34 WIB | Dilihat : 1138
Among Tamu adalah Kehormatan
17 Jun 19, 19:03 WIB | Dilihat : 812
Benahi Minda, WAG Cerdas
Selanjutnya
Polhukam
07 Jul 19, 18:14 WIB | Dilihat : 914
Jakarta Pantas Terima Penghargaan Kota Terbaik Dunia
28 Jun 19, 14:02 WIB | Dilihat : 1456
Nasib Rakyat Tidak Ditentukan di Bilik Suara
28 Jun 19, 11:03 WIB | Dilihat : 1448
Sofhian Mile : Selamatkan Bangsa, Utamakan Rakyat
27 Jun 19, 22:41 WIB | Dilihat : 1372
ISWAMI Sinergi Tunggal Jurnalis Malaysia - Indonesia
Selanjutnya