Kedai Gambuh

UPETI

| dilihat 1344

Gambuh berasal dari ‘Sekar Gambuh,’ yang terdapat dalam Serat Wulangreh. Dalam gambuh, nilai kebaikan dan kebajikan dari realitas kehidupan sehari-hari mengemuka. Tersaji dalam bentuk yang tidak langsung. Kedai Gambuh, tak sepenuhnya mengandung nasihat-nasihat, melainkan ekspresi bebas dari realitas sosial sehari-hari dalam bentuk sketsa sosial berbentuk obrolan kedai kopi. Disajikan secara merdeka, boleh menembus ruang empiris dan dimensi waktu. Disajikan mulai hari ini. Terima kasih.| Redaksi

Upeti

KEDAI Gambuh masih diwarnai oleh isu soal upeti dan dugaan pemerasan yang dilakukan sejumlah oknum anggota Balékawulan. Para wakil kawula.

Sambil nyeruput wedang jahe, ditemani Bilung, Bawor nampak hendak bergegas meninggalkan kedai. “Mau ke mana?” tanya Bilung. “Pagi ini saya harus menghadap Dewan Kehormatan Balékawulan, membuka masalah upeti dan pemerasan, itu,” cetusnya.

 Belakangan hari, omongan Bawor tentang upeti dan ‘pemerasan oknum’ wakil kawula kepada pengurus badudes (badan usaha desa), anak buahnya memang menjadi bewara. Berita hot seantero desa.

Para anggota Balékawulan berang. Mereka minta, Bawor membuka luas kalau memang omongannya benar. Kalau perlu menunjuk langsung hidung anggota Balékawulan yang suka meminta upeti dan ‘memeras.’

Para wakil kawula tambah sewot, ketika belakangan, anak buah dan mantan anak buah Bawor, buka mulut. Mereka mengaku pernah diperas sejumlah wakil kawula. Semua mendukung Bawor untuk melawan perilaku singit para anggota Balékawulan.

“Jangan ragu, ungkap semua sisik-meliknya, Wor,” ujar Bilung.

“Pasti. Saya ungkapkan hal yang sebenarnya. Pemerasan dan permintaan upeti itu memang ada,” ujar Bawor.

Bawor memang sudah bertekad buka-bukaan. Apalagi, dari para anak buahnya, Bawor mendapat cukup informasi tentang modus operandi mereka. Termasuk, siapa saja wakil kawula yang doyan memburu upeti dan ‘memeras.’

Kepada Bilung, Bawor mengatakan, upeti dan ‘pemerasan’ itu bisa terjadi, karena posisi badudes tidak seperti entitas bisnis yang semestinya. Sebagian badudes masih bergantung Balékawulan. Baik yang memerlukan dana penyertaan modal desa, maupun yang mau masuk ke pasar modal. Walaupun, Ki Bendahara sudah setuju dan menganggarkan di dalam belanja desa, tetap saja badudes kudu minta persetujuan anggota Balékawulan. “Nah, untuk mendapat persetujuan, itulah terjadi transaksi dan negosiasi,” ujar Bawor sambil mesem.

Bilung pun tersenyum.

Nah, dalam negosiasi dan kemudian transaksi, itulah soal upeti dibicarakan. Pengurus badudes yang ogah memberikan upeti dan menolak ‘pemerasan,’ bakal dihabisi ketika rapat kerja dengan anggota Balékawulan. Biasanya persetujuan kemudian diperlambat. Prosesnya bisa berbulan-bulan.

“Bentuk upeti yang mereka minta apa?”

“Macam-macam. Mulai dari kepengan kontan dalam beragam bentuk: honor dan sejenisnya, fasilitas ketika ‘jalan-jalan,’ proyek, sampai hak menjadi pembeli saham perdana badudes yang masuk pasar modal. Saham itu, kelak mereka jual, ketika harga saham badudes melonjak. Tapi, kepeng untuk membeli saham itu, mereka minta juga dari badudes. “Puihhhh… Biyung, iki jaman opo ...,” teriak Bilung.

Bawor tertawa ngakak.

 “Jadi, apa yang mau sampeyan sampaikan dewan kehormatan Balékawulan?”

“Semua sisik melik soal upeti dan pemerasan oknum wakil kawula,” kata Bawor. “Saya nggak mau tanggung-tanggung.. Semua harus dibuka. Kawula harus tahu..,” ujar Bawor. “Menjadi pemimpin harus berani menghadapi risiko,” cetus Bawor. “Tapi harus juga rasional,… jangan emosional,” cetus Bilung.

Bawor bergegas meninggalkan kedai. Dari kejauhan, Nyi Emban memperdengarkan tembang. “Si kidang ambegipun, ngandelaken kebat lumpatipun, pan si gajah angandelken gung ainggil, ula ngandelaken iku, mandine kalamun nyakot”.

Para kawula, boleh menyaksikan: tabiat si kijang yang senang menyombongkan kecepatannya berlari, si gajah menyombongkan tubuhnya yang tinggi besar, dan si ular menyombongkan bisanya yang ganas dan mematikan. |

 

Editor : Web Administrator
 
Budaya
22 Jul 19, 16:15 WIB | Dilihat : 175
Dimensi Kaum Betawi
21 Jul 19, 14:19 WIB | Dilihat : 209
Refleksi dari Arena Lebaran Betawi
12 Jul 19, 13:30 WIB | Dilihat : 943
Menikmati Instalasi Bambu Avianto di Pusar Jakarta
11 Jul 19, 16:53 WIB | Dilihat : 1006
Mengikuti Langkah Diro dan Yesmil Mengolah Daya Haiku
Selanjutnya
Energi & Tambang