Bubur Lambuk Rasa Johor

| dilihat 423

SALAH satu kuliner khas bulan Ramadan di Malaysia, terutama Johor Bahru adalah Bubur Lambuk.

Masakan tradisional rakyat ini, terus dikembangkan, bahkan melibatkan chef hotel berbintang di negara bagian yang bersempadan dengan Singapura itu.

Aktivitas memasak bubur lambung memang terkait dengan bulan ramadan, dan menjadi hidangan berbuka favorit selain ta'jil lainnya semacam kolak pisang.

Hampir setiap bulan Ramadan, selalu ada program yang disiapkan masyarakat, pemerintah tempatan dan kerajaan untuk terus meningkatkan kualitas bubur lambung, yang dilakukan secara bergotong royong.

Tak kurang dari Tunku Temenggong Johor, Tunku Idris Iskandar Al-Haj Ibni Sultan Ibrahim, pada Ramadhan 1440 H (25/5/19) sempat mencoba mengacau adonan bubur lambuk, ketika menyerahkan mesin ATM Beras di Masjid India - Johor Bahru.

Selain dijual untuk kalangan masyarakat umum, bubur lambuk juga disiapkan untuk dibagikan secara gratis bagi mereka yang melakukan iftar di masjid. Termasuk dibagikan gratis untuk para pelajar Madrasah Tahfiz Al-Quran, seperti di Kampong Sinaran Baru.

Beberapa waktu berselang, di Kota Tinggi digelar program Muafakat Bubur Lambuk. Tak kurang dari 6 periuk disiapkan untuk mengolah bubur lambuk yang dilakukan secara bergotong-royong, itu.

Di Parit Raja, pernah digelar program memasak bubur lambung yang melibatkan pegawai dan kaki tangan kantor Pertanian Daerah Batu Pahat.

Program-program terkait bubur lambuk juga digelar di Johor Bahru untuk menyemarakkan suasana bulan Ramadan.  

Tradisi mengolah bubur lambuk yang gurih, itu berlangsung dari masa ke masa di Masjid Kampong Melayu Majidee. Biasanya pengurus masjid menyiapkan tak kurang dari 2000 paket bubur lambuk  untuk jama'ah-nya.

Kendati demikian, peminat bubur lambuk selalu lebih banyak dari paket yang tersedia.

Khalayak datang ke masjid untuk mendapatkan bubur lambuk yang disiapkan setiap hari sejak hari pertama sampai tanggal 23 Ramadan.

Masyarakat juga bisa menikmati bubur lambuk amal yang diolah dan digelar di berbagai tempat, termasuk di lingkungan kampus Universiti Teknologi Mara (UTM), markas polisi, dan rumah sakit.

Bubur lambuk diolah dari beras siam, rempah kurma, santan, kiub ayam, kacang kuda, bunjut adabi, lada hitam, wortel, jagung, pucuk paku merah, bawang daun, dan seledri. Untuk menambah aroma dan kelezatannya, dalam olahan bubur lambuk juga dimasukkan kayu manis, bunga lawang, bunga cengkih, kapulaga dan serai.  Termasuk bawang bombai dan bawang putih.

Bubur Lambuk biasanya dihidangkan dengan padanan bawang goreng, serundeng daging, dan telur dadar yang diiris tipis.

Rasa rempah membuat bubur lambuk terasa hangat dan segar.

Di luar bulan Ramadan, bubur lambuk juga dijual secara komersial bagi para peminatnya. Salah satu yang sohor adalah Bubur Lambuk Mak Wan yang diusahakan oleh perempuan hampir paruh baya, Norwati Mahfudz, di Taman Seri Austin. Sudah lima tahun lebih, Norwati membuka usaha bubur lambuk di situ.

Tak jauh beda dengan bubur lambuk bulan Ramadan, bubur lambuk Mak Wan tersedia dalam dua varian: ayam dan daging sapi, disertai sambal tumis ikan bilis.

Manakala bubur lambuk biasanya menggunakan rempah kurma, bubur lambuk Mak Wan menggunakan kismis. Dalam sehari, bubur lambuk Mak Wan bisa melayani sampai 600 paket.

Mereka yang ingin bersedekah untuk iftar Ramadan biasa pula memesan bubur lambuk kepada Mak Wan, khasnya selepas salat Jum'at setiap pekan. Kendati demikian, bubur gurih yang banyak digemari khalayak itu, juga disukai berbagai kalangan dari berbilang kaum. Tak hanya orang Melayu yang suka.

Bubur lambuk kudapan yang populer di Johor, itu juga tersebar di beberapa kota di Semenanjung, seperti di Kuantan, Melaka, dan Kuala Lumpur. Di Kuala Lumpur bubur lambuk yang sohor ada di Kampong Bahru, tak jauh dari Masjid Jamek Kampong Bahru.

Dari cerita mulut ke mulut, Bubur Lambuk Kampong Bahru sudah ada sejak 1949, diperkenalkan oleh Allahyarham Said Benk asal Pakistan. Kemudian secara turun temurun Bubur Lambuk di Kampong Bahru terpelihara oleh juru masak kampong, yang kini sohor adalah Haji Masron.

Bagi warga Kampong Bahru, Bubur Lambuk di situ lebih oke, karena bumbu herba yang dipergunakan konsisten sesuai resep Allahyarham Said Benk, yang kaya rasa.

Bagi warga Johor Bahru, bubur lambuk rasa Johor lebih oke, meski bahan-bahan rempahnya sama.

"Bubur lambuk Johor dimasak dengan cinta dan keikhlasan," ujar Zahara, penikmat Bubur Lambuk di Johor Bahru, sambil tertawa... | Syalin

Editor : sem haesy | Sumber : foto: Royal Press Office dan khas
 
Ekonomi & Bisnis
13 Agt 19, 10:55 WIB | Dilihat : 356
Inovasi dan Kerja Tangkas Hutama Karya Berbuah Laba
03 Agt 19, 11:23 WIB | Dilihat : 528
HKWay dan Lean Construction
08 Jul 19, 16:21 WIB | Dilihat : 779
BNI Syariah Istiqamah di Jalan Hasanah
19 Jun 19, 10:46 WIB | Dilihat : 964
Harapan Wirausaha Kreatif Malaysia di Bahu Dzuleira
Selanjutnya
Budaya
07 Agt 19, 20:46 WIB | Dilihat : 561
Berguru pada Sejarah, Transformasi Elang
22 Jul 19, 16:15 WIB | Dilihat : 488
Dimensi Kaum Betawi
21 Jul 19, 14:19 WIB | Dilihat : 269
Refleksi dari Arena Lebaran Betawi
Selanjutnya